DIANA DAN TEKANAN HIDUPNYA

1895 Kata

  Nenek Diana membuka pintu dengan kening berkerut saat melihat cucu satu-satunya berdiri dengan tatapan murung. Untuk apa Diana mengunjungi rumahnya lagi? Baru kemarin sang cucu datang dan meratapi semuanya, lalu kenapa hari ini dia datang lagi? Dan dari wajahnya... sang Nenek melihat luka yang teramat dalam. Ini lebih dari yang kemarin di tampilkan oleh wajah Diana.   Seketika benak tuanya bertanya-tanya... apa sesuatu yang buruk terjadi pada cucu satu-satunya tersebut?   “Di, kamu kenapa dateng sore-sore begini?”   “Apa aku nggak boleh dateng, Nek?” tanya Diana masih dengan ekspresi murungnya. Tidak ada ekspresi tersinggung seperti biasanya. Hanya murung... ya, ekspresi murung yang seolah-olah tidak berdasar.   “Kamu jelas tahu kalau itu bukan maksud Nenek, Di,” ujar sang Nenek deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN