DONI DAN TAKDIRNYA YANG BARU

1869 Kata

Doni mematikan mesin mobilnya dan termenung selama beberapa saat. Setelah menguatkan dirinya, dia menghembuskan napasnya dengan kasar. Pria itu membuka pintu mobilnya lalu berjalan ke sisi penumpang dan membukakan pintunya untuk Diana. Dia mengulurkannya tangannya ke perempuan yang merupakan istri sirinya itu. Sementara itu Diana termenung melihat uluran tangan Doni. Dia... tidak salah lihat kan? Ini bukan halusinasi kan? Doni mengulurkan tangan kepadanya. Meski tanpa mengucapkan sepatah katapun, tapi pria itu tetap melakukannya. Bahkan suaminya tidak menarik kembali tangannya meski selama beberapa detik kemudian Diana masih belum menerimanya. Pria itu melakukannya. Sesuatu yang sangat mustahil terjadi hari ini. Lalu, haruskah dia merasa bahagia? “Aku bantu kamu masuk ke dalem. Cepetan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN