Doni memerhatikan Diana yang masih terlihat lesu sepulangnya dari rumah Neneknya. Wajar, menurut Doni. Apalagi dengan Nenek yang masih menggantung permohonan maaf Diana. Sebagai seseorang yang paling berharga bagi Diana, tentu saja itu memengaruhinya. Doni menghela napas perlahan. Dengan tanpa ekspresi dia menyodorkan makanan yang dipesan Diana agar semakin dekat dengan perempuan itu. Suara gesekan piring dan meja membuat Diana sedikit tersadar dari lamunannya. “Makan, Di. Kamu perlu makanan untuk tetap hidup,” kata Doni sambil mulai memakan makanannya. Diana tidak nafsu makan sejak kemarin dan hari ini Doni berinisiatif mengajak Diana makan sepulangnya dari rumah Nenek. Ya, Inilah awal dari dirinya yang akan menghargai Diana, seperti yang dijanjikannya tadi. Ini adalah bentuk ‘mengharg

