“Di, kamu di dalem? Ayo keluar sebentar,” kata Doni sambil mengetuk pintu kamar Diana. Semalaman Diana hanya mengurung diri di kamarnya. Tidak ada sepatah katapun kalimat yang keluar. Bahkan makanan delivery order yang dia letakkan di atas meja pun hanya tersentuh sedikit saja. Diana sekarang pasti sedang terpuruk karena perempuan paruh baya yang sudah dia anggap sebagai Mama dan Papanya sendiri begitu membencinya. “Di, keluar sebentar...” Masih tidak ada balasan dan akhirnya Doni gemas sendiri. “Kamu keluar sekarang juga atau pintu kamarmu aku dobrak. Jangan jadi pengecut atas masalah yang sudah kamu ciptakan, Diana.” Dan setelah mengatakan itu pintu kamar Diana langsung terbuka dengan lebarnya. Doni menghela napas melihat wajah Diana yang terlihat sangat menyedikan. “Kamu mau apa,

