Ish. Heran sama si Sam. Kalau cuma nyuruh aku makan nih tinggal di meja prasmanan tuh. Padahal tadi udah ngeces liat sate kambing yang terhidang, zupa soup juga. Eh ini malah di suruh makan hamburger. Belum kenyang. "Ini kan Villa nya? Katanya warnanya biru laut dan ada pohon bogenvil di depannya." Sam membuat aku mengalihkan tatapan ke arah villa yang cantik itu. Iya emang ini tempatnya. Dulu Kak Cello beli buat ngelamar Kak Cella. Dan sekarang di alihin ke aku. Ih seneng. "Bener ini. Cantik ya?" Sam mematikan mesin mobilnya dan kini menghela nafas. Lalu menatapku. "Iya cantik." Aku langsung membuka seat belt dan segera turun dari mobil. "Neng Dewi?" Sapaan itu membuat aku langsung menoleh ke arah samping. Mang Ujang yang menjaga villa ini menyambutku. Beliau langsung menghamp

