Hindia itu ya Hindia. Dengan segala kepolosannya yang kadang-kadang melebihi kertas putih. Dia itu terlalu lugu. Dan aku memang harus ekstra sabar dengannya. Hari sudah beranjak malam sejak kami datang ke villa ini. Setelah insiden dengan diapers tadi. Aku akhirnya mencoba untuk meredam gairahku. Lalu membersihkan diri dan menyantap makanan yang disediakan Mang Ujang. Hindia sudah tampak ceria lagi. Bahkan dia ceriwis tentang semua hal. Tentang vila yang bagaimana bisa membuat Cella akhirnya menerima pinangan Cello. Padahal aku juga udah tahu itu. Bukankah Cella juga sahabatku? Dia itu buku terbuka. Semua rahasia Cella selalu diceritakan kepadaku. Tak terkecuali perasaan Cella. Tapi aku diam saja. Menikmati musik yang ditimbulkan suara ceriwis Hindia. Bagiku Hindia ngomong itu lebih d

