Asgar, seorang petualang yang baru saja pulang dari Dungeon Karanganyar sedang memperbaiki senjata di Bengkel Tempa Mang Ujang. Tiba-tiba ia mendengar keributan. Ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi, lalu terkesiap. “Banteng Merah!” serunya. “Oh? Emang kenapa Banteng Merahnya, A?” ucap Mang Ujang sambil melihat-lihat pedang milik Asgar. Toh penjelajah Banteng Merah datang ke tempat itu bukanlah sesuatu yang aneh. Untuk level tertentu, Dungeon Karanganyar adalah lokasi perburuan yang ideal. “Ada Ketua Wati!” seru Asgar lagi. “Oh… Tumben…” ucap Mang Ujang masih tak begitu tertarik. “Ada Wakil Ketua Igor!” “Kan emang di mana ada Wati di situ ada Igor.” “Ada Arlin sama Kosasih.” “Oh…” Itu adalah dua nama petinggi Banteng Merah yang tersisa sejak perang besar. Sang sekretari

