Bab 13 - Berangkatlah!

1167 Kata
"Sayang, sakit banget" teriak Lika dari dalam kamar mandi. "Rexa nanti kamu berangkat kuliah ga ?" tanyanya lagi sembari melangkah perlahan menuju tempat tidur. "Ga tau, males aja, capek soalnya" sahutku sedikit tertawa. "Kalo kamu ga berangkat aku juga ahh" "Lah kok gitu ?" "Iya, aku ga mau jauh-jauh dari kamu, nanti kamu main hati sama perempuan lain" ia pun sedikit tertawa ke arahku. Setelah melepaskan hasrat, kami berdua sarapan dan pergi berangkat bersama-sama. Setibanya di kampus, Lika ijin pergi menemui teman-temannya, dan aku pun tetap berada di mobil. Tak lupa keningnya selalu ku kecup jika dia ingin pergi menghilang dariku. Ku pandangi Lika dari belakang terus menerus hingga tak tampak lagi dari dalam mobilku. Aku pun bergegas pergi meninggalkan kampus dengan cepat. Lika Pov "Likaaaaaa" teriak Nada. Nada adalah salah satu teman kampus ku. Aku pun langsung memeluk Nada sesaat. "Lika, kamu kemana aja ? Kok baru keliatan ? Kamu sakit ? Kamu ada masalah ? Kamu habis pulang kampung ? Kamu lagi berantem sama pacarmu ?" "Pelan-pelan dong Nad, pertama aku baik-baik aja, kedua kamu lupa aku kan asli Jogja, ketiga, aku gapapa kok sama pacarku" "Aku kangen kamu tau ga Lika!" "Aku juga kangen kamu Nada" aku pun memeluknya lagi "Yaudah yuk, ke perpus dulu, udah lama ga kesana" ucap Nada Aku pun menengok ke belakang. "Kayanya tadi ada" batinku "Kamu kenapa Lika ?" "Enggak, tadi kayanya ada orang ngikutin aku, yaudah deh biarin aja, yuk" Aku pun meng iya kan ajakan nya, dan kami berjalan seperti biasa. Setelah cukup lama membaca, aku pun ijin ke toilet dengan alasan ingin buang air kecil. Biasanya Nada memang sering mengantarku, kita suka kalo ke toilet bareng, tapi kali ini sengaja aku sendiri yang jalan. "Tumben banget perutku sakit, apa karena aku tadi pagi ga sarapan ya" batinku "Makan yuk Lika" "Lho kamu dari tadi disini Nada ?" tanyaku "Iya heheh, makan yuk, laper nih" Rexa Pov "Jadi bagaimana boss ?" ucap Raka. "Ga gimana-gimana Ka!" "Maaf boss, baru kali ini saya lihat ada orang menolak jadi kaya, terlalu lama geraknya" sahut Karin sambil terus merapihkan kertas yang sedari tadi berserakan diatas meja. "Lu kalo lagi tegas gini makin cant ... " Karin pun langsung menodongku dengan pulpen yang ia ambil diselipan buku catatannya. "Sekali lagi lu ngerayu gue, mata lu gue colok pake nih pulpen!" tegasnya. "Jan galak-galak Rin, ntar ga bakal lak ... " ucap Raka meledek "Kalo lu lanjutin omongan lu barusan, bakal gue bongkar aib busuk lu berdua di kantor!" ucap Karin. Aku dan Raka yang sedari tadi masih bisa becanda seketika hening sesaat, Karin adalah wanita yang paling tegas diantara kami bertiga. Jika Karin berkata A, maka bumi dan langit menyatu pun ia akan terus bepegang teguh untuk mengatakan A. "Boss, saya kemarin dihubungi pak Dimas dari Jakarta bahwa mbak Indah mau datang kesini, kemungkinan nanti sore sampai di bandara, katanya kamu suruh jemput beliau" ucap Karin yang mulai tenang mencairkan suasana. "Ngapain sih papa, ribet amat!" "Suruh siapa kamu ganti nomer, pak Dimas jadi ga bisa nge hubungin kamu, terus malah aku yang kena" sahut Karin sambil meninggalkan meja untuk mengambil sesuatu. Aku pun berbisik pelan ditelinga Raka untuk merencanakan sesuatu, lalu ia pun hanya memanggut tanda mulai mengerti perkataanku. "Nih barang yang harus kamu siapkan boss!" Karin pun meletakaan beberapa kertas berisi catatan yang kubutuhkan untuk menjemput mbak Indah. "Dan jangan sekali-kali kalian berdua berbisik dibelakangku, karena aku tau apa yang kalian rencanakan" Ia pun kali ini benar-benar pergi meninggalkan kami berdua di apartementnya. Lika Pov "Kamu habis dari mana Lika ?" tanya Nada sembari sibuk mengambil boba di gelasnya. "Aku nyari pacarku" "Fakultas apa emang pacarmu ?" "Dia ngambil jurus ... " Rexa Pov Setelah semuanya k*****a dan ku lihat berulang kali, tetap saja aku tidak memahami apa yang dimaksud Karin. "Yaudahlah, capek gue baca ginian terus, gue mau jemput Lika dulu, sekalian ada yang mau gue beli lagi" Aku pun juga pergi meninggalkan Raka sendiri di apartement Karin. --- Setibanya sampai di kampus, aku pun langsung mencari Lika di kantin, dan benar saja kulihat ia baru datang ke kantin. Kupeluk tubuhnya dari belakang lalu ku cium lehernya secara perlahan. "Kamu ihh ngangetin aku aja, malu tau banyak orang disini!" pipinya pun terlihat sedikit mulai memerah. "Aku kan sengaja, biar semua orang tau kalo kamu itu udah punya aku" "Dasar playboy kacang" ledek Lika sembari melepaskan pelukanku. "Kamuu ... " Kedua pipi Lika pun benar-benar memerah bagaikan tomat setelah aku memberinya setangkai bunga mawar merah. Kulihat sekeliling banyak wanita yang memasang raut wajah penuh kekecewaan dan aku tidak terlalu memikirkan itu. "Jadi pacar kamu itu Rexa ya" ucap Nada sambil menaruh gelas di salah satu meja di dekatnya. Lika hanya tersenyum sambil menahan tertawa. "Hai temannya Lika" aku pun juga tidak lupa mengucapkan salam dan memberi jabat tangan pada temannya Lika "Aku udah tau nama kamu, ya kali orang se populer kamu ga ada yang tau" ucap Nada Lika pun hanya melirik perlahan menatap kedua bola mataku. Seperti ada sesuatu yang aneh pada diriku. Tak ingin berlama-lama dan jadi bahan gosip, aku pun langsung menarik tangan Lika menjauhi kerumunan dan bergegas pulang ke rumah baru kami. --- Seperti biasa saat kami tiba di rumah selalu ku kecup keningnya yang pertama lalu memeluknya dari belakang lagi. "Mmmppphhhh" desahnya "Sayang, sebentar deh, aku mau tanya, emang kamu se populer itu di kampus, kok aku ga tau" tanyanya lagi "Gosip itu mah sayang, jangan dipercaya" Aku pun meyakinkannya "Sayang, aku pergi sebentar ya, ada temenku dateng dari Jakarta" Setelah berpamitan dengannya aku langsung menuju bandara. Persetan dengan atribut yang ku kenakan, aku pun memaju mobilku agar cepat sampai. Sejujurnya aku agak sedikit risih jika aku harus menjemput Indah, karena terakhir aku bertemu dengannya, aku sangat tidak menyukai sifatnya yang sedikit agak sombong, jika bukan karena papa aku tak akan sudi untuk bertatap muka dengannya. --- "Rexa!" Teriaknya pelan. "Aku disini" Bagaikan ulat yang merubahkan dirinya menjadi kupu-kupu. Itu adalah kesan pertama ku saat melihat wajahnya, tidak, seluruh tubuhnya dari ujung rambut hingga telapak kaki. "Kamu kenapa Rexa ?" tanyanya sambil memegang kedua pipiku. "Kamu sakit sayang ?" Hatiku benar-benar meleleh melihat perubahannya kini, ia yang kurang lebih hampir 1 tahun tak ku temui kini bagai ... "Aku kangen kamu" ucapnya sembari tiba-tiba memelukku dan membuyarkan pikiran yang ada di dalam otakku. "Ka-kamu Indah" "Iya aku Indah, emang kamu lupa sama aku ?" "Bu-bukan, bukan nama mu, tapi dirimu, lebih dari sekedar kata indah untuk mengungkapkan tentang dirimu" sahutku. Ia pun hanya tersenyum padaku. Wtf! Baru pertama kali ini aku memuji dia setelah aku berkenalan dengannya yang kurang lebih hampir 10 tahun. --- Setelah berbincang-bincang selama perjalanan, aku pun langsung membawa Indah ke apartement Karin, karena ia sendiri yang memintaku mengantarnya kesana. "Selamat datang pak Rexa dan bu Indah" ucap Raka dan Karin kompak. Indah pun hanya bisa tersenyum melihat mereka memakai pakaian formal layaknya di kantor pusat. "Pakaian kalian seperti ini pasti karena disuruh papa ya ?" Indah pun lagi-lagi hanya tersenyum dingin. "Iya bu" mereka pun tetap kompak menjawab pertanyaan Indah. Indah pun menaruh kopernya lalu seketika berjalan menuju balkon dan menarik lenganku. "Rexa kamu inget ga pertama kali kita ketemu" Aku hanya diam mendengar perkataannya. "Aku tahu kamu memang tidak menyukaiku, karena dari dulu kamu selalu menghindar saat bertemu denganku" Ia kemudian memegang kedua tanganku dan menatapku tajam. Terlihat dari kedua bola mata nya yang mulai berkaca-kaca meluluhkan rasa kekesalan ku padanya. Sejak dulu aku memang sama sekali tidak menyukainya, jangankan menyukainya, melihat wajahnya saja sudah membuatku muntah ditempat, tapi itu dulu. Dulu sekali. "Langsung aja Rexa, aku disini cuma 3 hari, aku minta tolong sama kamu, tolong kamu nikahin aku bulan depan" ucapnya berbisik ditelingaku".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN