Regret

1001 Kata

Pintu digebrak ketika Jamie pulang tanpa menemukan Sashi. Matanya memerah dan rahangnya menegang ketika ia berhadapan dengan Jeff yang sudah berpakaian rapi. "Sashi ga ketemu. Kenapa, sih, harus ngomong kasar sama dia? Emangnya dia sengaja hilangin barangmu? Dia udah berbaik hati beresin rumah, buatin saraapan, terus diperlakukan kayak gitu, emangnya pantas?" Jeff tidak mau kalah. Rahangnya ikut mengeras. "Aku udah peringatin dia. Sedari kemaren Sashi terus-terusan ikut campur sama privasi aku. Memangnya ada yang minta dia beresin rumah atau bikin sarapan? Setiap dia menawarkan diri buat bantu-bantu di rumah ini, aku selalu nolak. Buktinya sekarang, kan? Ada aja masalah yang ditimbulkan." Jamie menggelengkan kepala tidak percaya. Abangnya yang terkenal bijak dan murah hati bisa berlaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN