Acara di klub selesai sampai matahari terbit. Mereka membuat acara perpisahan dengan Sashi sambil menikmati pizza, mocktail dan para lelaki memilih untuk meminum alkohol. Sashi berterima kasih pada mereka karena sudah mengajarkan jadi chef yang lebih hebat dan menjadi barista dadakan. “Yang pasti, kita bakalan kangen sama eclaire buatan kamu, Sash,” ujar Jack. Sashi tersenyum. “Tenang, aku udah ajarin Mora buat eclaire yang pake resep special ala aku.” Mora menimpali. “Ih tapi tetep aja, loh, Kak. Meskipun aku tahu resep dan takarannya, kok au suka ngerasa masih enakan buatan Kak Sashi. Kalo kata orang-orang dulu, beda tangan pasti beda rasa.” Sashi mengernyitkan dahinya. “Sering-sering aja bikinnya. Nanti pasti tahu kok mana yang kurang dan mana yang harus ditambahin sampe eclaire-ny

