What If

1001 Kata

Jeff terbangun pada jam delapan pagi. Ia sudah tertidur selama hampir lima jam setelah bergadang mengerjakan denah untuk menghalau pikirannya mengenai Sashi dan kekesalannya pada Alina. Hal pertama yang ia lakukan ketika membuka mata adalah memeriksa ponsel. Hatinya mencelos karena Sashi masih belum mengabarinya. Entah wanita itu jadi membeli ponsel baru atau belum. Jamie juga sudah terbangun dari tidurnya setelah diganti infus oleh dokter. Ia sedang memakan buah sambil menonton. “Udah sarapan?” tanya Jeff. Jamie menjawabnya dengan menunjuk meja di sebelah tempat tidur. Ada baki dengan beberapa wadah yang sudah hampir kosong. “Oke. Aku keluar dulu nyari makan. Kemaren Bu Putu bilang katanya dia mau ke sini lagi jam sembilan.” Jamie mengangguk dengan mata yang terus tertuju ke arah TV

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN