chapter 2

923 Kata
"Mereka kembali untuk melihat anak-anak? Baiklah, aku akan berbicara bersama Asher nanti sekaligus bersama Aria," ucap Suster Ann. Suster Jeane kembali untuk memberikan beberapa anak-anak pelajaran. Dirinya menitipkan pesan kepada Suster Ann dari Keluarga Anceston. Keluarga Anceston adalah keluarga konglomerat disalah satu Wilayah Inggris. anggota keluarga mereka selalu mencari anak-anak dari St.Marry untuk disekolahkan dan kembali sebagai pewaris dari Keluarga Anceston. Banyak sekali anak-anak yang menginginkan menjadi anak mereka sehingga setiap kerap kali datang banyak anak-anak yang ingin dipilih oleh mereka dijadikan anak. Suster Ann memang tidak akan memberikan anak-anak kepada orang asing yang tidak jelas begitu saja. Ada beberapa syarat dengan pemikiran yang matang untuk diberikan kepada orangtua asuh nantinya. Sesekali dirinya terdiam dengan melihat taman St.Marry saat ini, memikirkan tempat tidur untuk Aria nanti malam. Ia lupa untuk memberitahukan kepada Suster Jeane, mungkin nanti Suster Jeane akan menerima jika ia melihatnya. Pikirannya kini begitu empatik kepada Aria Scarlet. Tubuh mungil dengan wajah yang mungil begitu memikat hati Suster Ann menjadikannya anak asuh. Suster Ann tersenyum untuk membereskan beberapa ruangan kamar miliknya untuk tempat istirahat Aria nanti malam. Ruangan kamar asrama putri yang masih luas dan sepi mungkin akan membuat Aria ketakutan, tetapi tidak untuk istirahat disisi Suster Ann. Terlebih Aria masih baru disini. Mungkin akan ada beberapa pengenalan tempat bagi Aria untuk bisa mempelajari Asrama St.Marry. Suster Ann mempersiapkan ruangan kamar dengan salah satu ranjang yang ia ganti cover sprai dan selimutnya dengan yang baru. Kali ini Suster Ann ingin menyiapkan makan siang dengan memberikannya kepada Aria. Makanan bubur yang ia siapkan untuk Aria sudah siap, bubur dengan takaran obat kembali untuk Aria minum agar pemulihan demamnya cepat selesai. Suster Ann berjalan menuju ruangan kamar asrama putri dimana Aria sedang beristirahat. "Aria sudah waktunya makan," ucapnya dengan memberikan senyum. Namun setelah Suster Ann berbalik, tidak ada sosok Aria diatas ranjang. Suster Ann pun panik dengan mencari Aria dibeberapa ruangan. "Apa kau melihat Aria? Gadis yang semalam kehujanan," tanya Suster Ann menanyakan ke beberapa suster lainnya, beberapa suster menggeleng melihat Ann. Ann pun kembali berjalan mencari Aria dengan rasa cemas dan panik yang menyatu. Syukurlah Aria ditemukan, tetapi ia tidak sendirian. Dirinya sedang berbicara bersama Tuan Parker dari Keluarga Anceston. Tuan Parker adalah seorang CEO di beberapa perusahaan terkemuka di Wilayah Inggris, ia adalah anak dari Keluarga Anceston. "Aria, kemari sayang … turun dari Tuan Parker," ucap Ann yang mendekati Tuan Parker dan mengajak Aria turun dari pelukannya. Parker tersenyum ketika melihat Ann, dirinya menurunkan Aria dengan memeluk Aria, "Apa kau ingin bersama Suster Ann? Jika iya, pergilah. Suatu hari aku akan menjemputmu, Bawalah boneka barunya. Aku senang kau mau berbicara bersamaku Aria." Suster Ann memeluk Aria, dirinya meminta maaf kepada Tuan Parker karena Aria sudah lancang berbicara kepadanya. Tuan Parker tersenyum dengan melihat Suster Ann pergi bersama Aria masuk kedalam asrama. "Apa kau melihat anak itu sayang? Jika kau menyukainya aku akan membawanya pulang ke rumah kita." Tuan Parker mengetuk jendela mobilnya dan berbicara kepada istrinya, istrinya menginginkan Aria dan juga Asher untuk dibawa pulang ke rumah mereka. "Anak itu sangat cantik dan sepertinya banyak luka. Bawalah dia ke rumah kita, mungkin kedepannya, ia bisa berkarir sebagai model atau yang lainnya yang bisa membawa nama baik keluarga. Aku mau dia sayang, bawakan hadiah anak keduanya kepadaku," Nona Beletrix berbicara kepada suaminya Tuan Parker saat ini dengan mengipaskan kipasan kayu dengan bulu angsa berwarna biru tua. Dari dalam ruangan kamar asrama putri, Ann melihat jendela kamarnya dengan cemas. Ia memikirkan Aria dengan panik, Aria baru saja tiba ke asrama tadi malam tetapi sudah ada yang menyukainya, bahkan yang manyukainya adalah Keluarga Anceston di Wilayah Inggris yang terkenal akan kekayaannya. Ann tidak mempermasalahkan Keluarga Anceston, tetapi ia memikirkan status Aria yang masih belum jelas. Beberapa petugas kepolisian sedang mengusut Aria lebih dalam untuk melihat status jelasnya. "Sayang, kemarilah. Aku akan menyuapimu makan. Apa kau diberi boneka baru oleh paman barusan?" Tanya Ann dengan menoleh ke arah Aria sembaring menyiapkan makanan bubur untuknya. Aria mengangguk, dirinya hanya terdiam dengan menjawab segala pertanyaan Ann kepadanya. "Suster Ann aku tidak memiliki rumah. Ini memasuki musim hujan dan aku tidak memiliki tempat tinggal. Suster Ann apakah aku boleh tinggal disini, aku senang ketika berbicara dengan Asher. Dia anak yang baik." Suster Ann terperangah ketika mendengar Aria berbicara, dirinya berbicara dengan sangat lancar sebagai sosok gadis yang memiliki luka-luka di sekujur tubuh. Aria anak yang sangat cantik, bahkan kecantikannya mampu membuat Keluarga Anceston menyukainya. Surat untuk pimpinan Gereja St.Marry pun tiba, ini dari kepolisian untuk Mario Rejuinorio. Menjelaskan tentang kejelasan Aria Scarlet yang ditemukan di Wilayah Bibury, memang keluarganya sudah diperiksa dan tidak ada tanda-tanda keberadaan keluarga. Sehari setelah Aria Scarlet pergi dari rumah keluarganya pergi keluar Wilayah Inggris menuju New York. Suster Ann pun di panggil untuk dimintai keterangan akan Aria Scarlet, pihak gereja memutuskan bahwa Aria akan tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya di Asrama St.Marry, terlebih Keluarga Anceston sudah memilik nama-nama anak untuk dijadikan anak angkat mereka. Aria salah satunya, Suster Ann sudah memberikan obat untuk Aria beristirahat. Malam ini Aria akan tidur di ruangan kamarnya, pimpinan gereja pun sudah memberikan izin kepada Suster Ann. Dari ujung lorong terlihat Asher membawakan selembar kertas bergambar didalam genggamannya. Dirinya melihat Aria saat ini yang tertidur. Suster Ann hanya memperhatikan dari ujung lorong. Melihat Asher yang memasuki ruangan kamar Aria dan keluar lagi dari dalam kamarnya. Ternyata Asher memberikan selembar kertas gambar yang ia gambar selama pelajaran kepada Aria. Ann tersenyum geli ketika melihat anak-anak menerima perkenalannya dengan sesuatu yang berbeda. Dari jauh Asher tersenyum kepada Suster Ann lalu pergi bermain bersama seluruh teman-temannya lagi untuk bermain bola.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN