Gelisah

1218 Kata

Semenjak memiliki karyawan, Nezwa tidak sibuk lagi mengurus pekerjaan teknis di tokonya. Ia mulai memikirkan bisnis barunya sambil menunggu kabar dari Sardi tentang identitas korban kecelakaan kemarin. Malam itu, Jasri datang ke rumah Nezwa sesuai perjanjian. Mereka duduk di ruang tengah yang tidak luas. Rumah Nezwa di belakang toko memang tidak luas, hanya ada dua buah kamar tidur, satu buah ruang tengah sekaligus ruang serbaguna, dan dapur sekaligus ruang makan. Bu Sri datang membawa dua cangkir teh dan beberapa camilan, lalu menghidangkan di hadapan dua anak muda itu. Ruang tengah memang hanya digunakan duduk melantai, tidak ada meja dan kursi. "Silakan diminum tehnya, Nak," ucap Bu Sri ke arah Jasri. Pemuda itu tersenyum ramah dan mengangguk. "Makasih banyak, Bu," tukas Jasri. "Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN