Selepas shalat subuh, Nezwa dan rombongan relawan berangkat meninggal desa. Para warga mengantar kepergian mereka hingga sampai di perbatasan. "Tunggu! Tunggu!" Risti berseru sambil berlari-lari sedikit cepat, di tangannya membawa sesuatu yang kelihatannya sangat berat. Tiga buah mobil itu pun berhenti, semua penumpang serentak menoleh ke arah sumber teriakan tadi. Nezwa yang melihat Risti berlari mendekati mobil, segera turun menghampiri gadis pekerja keras itu. "Mbak Nezwa!" seru Risti setelah melihat Nezwa keluar dari mobil. "Ada apa, Mbak?" tanya Nezwa heran. Risti tersenyum lebar sambil mengatur napas yang tersengal akibat berlari dari jarak yang cukup jauh. Risti menyodorkan satu plastik besar keripik pisang. "Ini, oleh-oleh buat keluarga Mbak. Semoga suka. Maaf cuma punya ini,

