Selama dua hari Nezwa di desa membantu para relawan, ia semakin akrab dengan Mute. Mereka sering menghabiskan waktu bersama mengunjungi tempat-tempat yang pernah dikunjungi Fauzi untuk mencari keberadaan pemuda itu. Namun tak satu pun tempat-tempat itu memberikan petunjuk kepergian Fauzi. Sore itu, para relawan sudah berkemas untuk kembali ke kota besok pagi selepas subuh. Nezwa dan Mute masih berjalan-jalan berkeliling desa, mereka tidak membawa banyak barang bawaan jadi lebih santai mempersiapkan kepulangan mereka. “Jadi apa rencanamu setelah ini?” tanya Mute. “Fokus sama bisnisku, apa lagi?” Nezwa mengedikkan bahu. Perjuangan mereka mencari Fauzi di desa itu dan sekitarnya tidak membuahkan hasil, maka sudah selayaknya menyerahkan sisanya kepada Yang Maha Kuasa. “Kamu menyerah?” tany

