Nezwa berjalan-jalan sendirian menyusuri jalanan desa, melihat aktivitas warga, pembangunan rumah warga, dan berbagai kesibukan lain di desa itu. Teman-teman relawan sedang rapat membahas bentuk-bentuk penyaluran bantuan, Nezwa memilih untuk tidak ikut bergabung dan menikmati waktunya sendiri di sana. Mungkin ia bisa menemukan jejak Fauzi walau hanya setitik. “Aku punya tempat bagus kalau kamu mau liat.” Sebuah suara menyapa pendengaran Nezwa. Ia menoleh, bertemu pandang dengan Mute yang berjalan di belakangnya. “Oya?” Nezwa menanggapi sepintas lalu, merasa tidak terlalu berminat berdekatan dengan gadis itu. “Ayo, ikut aku.” Mute tersenyum simpul, lalu berjalan mendahului Nezwa. “Kamu tidak ikut rapat relawan?” tanya Nezwa. “Tidak, aku datang ke sini bukan untuk jadi relawan, tapi unt

