Di kamar, Hannah dengan lembut dan sabar mencoba memberi pengertian pada Fahmi yang sedang terbawa emosi. Sejujurnya Hannah juga merasa kecewa dengan sambutan keluarganya yang terkesan tak menginginkan kehadiran dirinya dan Fahmi. Apalagi Hannah juga melihat perubahan seluruh isi rumahnya. Tak ada sedikitpun kenangan mereka yang tersisa. Semua terasa asing. "Kan Mbak Hannah sudah bilang. Kamu nggak boleh membuat ulah di sini. Tujuan kita pulang hanya untuk berziarah ke makam Ayah dan Bunda kan?" ucap Hannah dengan lembut seraya menatap ke dalam mata Fahmi. "Tapi Mbak ini kan rumah kita, jadi wajar kan kita mengambil hak kita!" kekeuh Fahmi dengan rahang mengeras saat mengingat tatapan mengejek Arya. Miliknya kini telah diambil alih Arya seluruhnya sedangkan dirinya hanya tinggal di rumah

