Tiga hari tidak menyambangi kantor, Nevan sudah pasti bisa menebak sebanyak apa pekerjaan yang telah menanti di depan mata. Berbagai warna map berisi berkas penting telah menggunung di atas meja kerjanya. Nevan segera mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya dengan nyaman lalu mulai menyalakan laptop. Selagi menunggu proses layar pipih di hadapannya menyala ia mulai membuka map yang berada paling atas. Tak lama suara ketukan pintu membuyarkan fokus Nevan yang tengah menekuni berkas di tangannya. Hannah masuk dengan secangkir kopi di tangannya. Seketika senyuman mereka beradu dengan netra saling mengunci. "Sebaiknya aku segera ke luar!" ujar Hannah menatap tumpukan berkas yang menggunung di hadapan Nevan seraya meletakkan segelas kopi. "Tentu saja, kamu nggak boleh terlalu lama di si

