"Kamu yakin tidak ingin bulan madu Sayang?" tanya Nevan dengan deru napasnya yang masih memburu setelah percintaan panas mereka. Nevan yang semula dalam posisi terlentang di sisi Hannah kini berpindah dalam posisi miring dengan tangan memangku kepala. Menatap Hannah yang tengah menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. "Aku tanya, Abang jawab dengan jujur," balas Hannah seraya membalas tatapan Nevan. Tangannya terangkat membelai rahang berbulu tipis milik pria bernetra hazel yang kini menatapnya dengan gerakan sensual. "Katakan!" singkat Nevan lalu meraih jari jemari Hannah untuk dikecupnya. "Aku mau kita bulan madu tapi syaratnya kita kudu jalan-jalan, mengunjungi semua destinasi wisata di sana!" Hannah tersenyum menunggu jawaban Nevan yang tampak masih menimbang. Pria itu me

