Semalam Nevan benar-benar menjelma menjadi seorang anak kecil yang sedang merindukan mamanya, seperti seorang ibu dan anak yang sudah lama terpisahkan. Belaian lembut jemari Elnara di puncak kepalanya seolah meninabobokan, mengantarkannya ke dunia mimpi yang sangat indah. Nevan seolah terlempar jauh pada kenangan di masa kecil. Di mana dirinya dan Elnara selalu menghabiskan waktu bersama. Elnara terbangun dari tidurnya tepat adzan subuh sayup terdengar. Menyusup merdu ke dalam gendang telinga. Masih dengan mata terpejam tangannya terulur mencari sosok yang semalam berhasil membuainya dalam mimpi indah. Kelopak mata indah itu segera terjaga dan memindai ke seluruh sudut kamar. "Apa semalam Nevan pergi?" lirih Elnara sembari beranjak dari atas ranjang empuknya. Ia satukan rambut indahnya ya

