Apa yang dikhawatirkan Hannah ternyata tidak terbukti. Elnara benar-benar menyambutnya dengan baik. Bahkan Elnara menyuruh Nevan dan Hannah untuk segera menikah. "Hannah maafkan Mama ya? Kita memang belum mengenal dengan baik. Tapi Mama yakin pilihan Nevan pasti yang terbaik," ucap Elnara lembut. Ia raih jemari Hannah lalu menatap ke dalam netra hitam pekat milik Hannah dengan lembut. "Bu Elnara tidak perlu minta maaf, saya sangat mengerti perasaan Anda," balas Hannah dengan sopan. Mendapatkan tatapan lembut Elnara seketika hati Hannah bergerimis karena mengingat mendingan ibunya. Sudah tiga tahu lamanya kedua orang Hannah pergi untuk selamanya dan selama itu pula ia tidak pernah berziarah ke makam kedua orangtuanya. Bukan karena ia tidak mampu membayar uang transportasi dari Jakarta ke

