54. Anugerah Terindah

1704 Kata

"Ih Abang, jangan lebay deh. Aku ini hamil bukan sakit!" Kesal Hannah setelah ke luar dari ruang periksa dokter kandungan. Bagaimana Hannah tidak malu, semua orang memperhatikan mereka karena sikap posesif Nevan. Nevan menggenggam erat tangan Hannah dengan tangan kiri melingkar di pinggangnya. Bahkan para perawat yang bersimpangan jalan dengan mereka tersenyum ramah seolah menertawakan mereka. "Abang malu ah!" Hannah melepas paksa genggaman tangan Nevan. "Itu perasaan kamu aja Sayang. Justru mereka iri sama kamu. Mana ada suami ganteng dan perhatian kayak Abang gini!" Ucap Nevan dengan kepercayaan diri penuh. Nevan mana peduli anggapan semua orang. Baginya yang terpenting adalah keluarganya. Masa bodoh dengan kritik dan komentar orang lain. "Abang kepedean." Kesal Hannah yang justru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN