53. Telat

1942 Kata

Seraya mencoba mengusir semua perkataan Galih dari ingatannya Hannah turun dari mobil dengan menenteng sebuah kantung kresek bertuliskan Anna Bakery. Hannah menekan kenop pintu perlahan saat melihat sepasang sepatu sports milik perempuan bersanding dengan sepatu milik adiknya, Fahmi. Dengan berbagai pertanyaan bersarang di benaknya Hannah melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Seketika suara tawa seorang gadis bersama suara Fahmi menyapa indera pendengarannya. Tanpa sadar langkahnya semakin mendekati ke sumber suara. "Eh Mbak Hannah!" sapa gadis itu lalu beranjak dari sofa empuk yang ia duduki, meraih tangan Hannah dan menciumnya. "Oh Nadya, Mbak kira siapa yang datang!" jawab Hannah sembari menatap Fahmi penuh arti. "Apa kalian pacaran?" tanya Hannah to the point yang sukses membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN