Keesokan harinya Hannah dan Fahmi mengunjungi pemakaman kedua orang tuanya untuk berpamitan. Hannah ingin segera balik ke Jakarta untuk meringankan segala beban di hati dan pikirannya. Semakin lama berada di rumahnya membuat kesedihan Hannah berkali-kali lipat bertambah. Seandainya tidak ada Nevan yang selalu berada di sisinya ia pasti tak akan sanggup untuk menghadapi kenyataan pahit ini. Luka dan kecewa seolah mengosongkan seluruh pikiran dan jiwanya. Ia ingin segera kembali ke kantor, menenggelamkan diri dalam pekerjaan yang biasa ia lakukan setiap kali masalah menghampirinya. Satu-satunya cara Hannah mampu berdiri tegak dalam kerasnya kehidupan yang ia jalani selama tiga tahun terakhir. "Apa kalian tidak ingin tinggal lebih lama di sini?" ucap Bisma saat dua keponakannya berpamitan un

