BAB 2

1058 Kata
Tanpa kevin dan alexa ketahui, clara telah melihat kedekatan antara keduanya,dan bahkan,clara dapat menyimpulkan mengapa kevin akhir-akhir ini berubah kepada clara didalam perpustakaan clara menyibukkan diri dengan mencari beberapa buku untuk referensi skripsinya,namun sintia yang melihat clara seeprti itu tau,bahwasannya clara begitu terpukul dengan apa yang barusan mereka lihat. "lebih baik gw lihat clara yang selalu ceria daripada clara yang pendiam seperti ini",itulah yang dipikirkan sintia ketika melihat sahabat baiknya hanya diam dan menyibukkan diri mencari buku. sintia mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu sunyi dan dingin dengan mengajak clara makan enak setelah mereka mengerjakan beberapa bab skripsi mereka, "emm, ra..., habis ini kita pergi ke restoran yuk,nanti gw yang traktir lo, gimana?" clara yang di ajak berbicarapun masih diam sambil membaca buku referensi yang dia pegang tanpa mengindahkan ucapan sintia sintia yang merasa sahabatnya itu tidak merespon ucapannyapun kembali berbicara pada clara sambil menyenggol lengannya,"oiii... denger gw gak?, ntar kita ke restoran gw yang traktir". clara yang di senggol tanggannya, hanya melihat sebentar dan kembali fokus pada buku yang berada di tangannya tanpa menjawab sintia merasa kehabisan cara untuk membuat clara menjawabnya,sintia pun sedih dan pura-pura menangis,dan benar saja,clara langsung melihat sintia dan berbicara padanya "kenapa?" didalam hati sintia berteriak "karena lo sahabat gw yang lagi mode lemot,makanya gw kek gini" "lo tu dari tadi sama sekali gak ngegubris semua ucapan gw,berasa lagi ngomong sama patung hidup gw" dengan muka yang sengaja di buat sedih,agar clara merasa iba "hmmm, setelah ini gw mau pulang aja ke kosan sin, gw lagi gak lapar dan mau tidur,lo aja ya yang ke luar" dengan muka manyun sintia merasa kesal, karena si laki-laki hidung belang itu telah membuat sahabatnya menjadi tidak semangat seperti ini. sintia mencoba membujuk clara kembali agar sahabatnya itu mau keluar dengannya,namun tetap saja, clara yang sintia kenal adalah, sekali sahabatnya itu berkata tidak ya tidak, tidak ada seorangpun yang bisa merubahnya. "ishhh... gak asik lo,kan gw yang teraktir ra, supaya lo balik lagi jadi clara sahabat gw",dengan muka yang dibuat sedih tanpa mengindahkan ucapan sintia, clara berjalan menuju meja untuk lebih fokus membaca buku referensinya, agar ia bisa menyelesaikan skripsinya segera ,,,,,,,,,,,,, waktu berjalan begitu lamban,saat clara memilih untuk pulang naik bus dan menolak ajakan sintia yang akan mengantarnya di saat clara menunggu bus yang datang, ia berfikir apakah ia harus pergi ke apartemen kevin untuk meminta penjelasan padanya,kenapa akhir-akhir ini kevin banyak berubah,dan clara berharap, semoga alasannya bukan karena ada perempuan lain di hati kekasihnya itu. "iya,,, gw harus datang ke apartemen kevin, gw rasa dia seharusnya sudah pulang ke apartemennya". tanpa mengabari kevin terlebih dulu, clara memesan ojol untuk mengantarkannya ke alamat tujuan, beberapa selang kemudian, clara telah sampai di depan bangunan yang menjulang tinggi,tempat dimana apartemen kevin berada ya apartemen kevin berada di kawasan elit, gedung milik davidson corp,dimana harganya bukanlah harga kecil,namun memang di peruntukkan bagi kalangan berduit kevin berasal dari keluarga yang kaya raya,namun bukan karena itu clara menerima kevin,karena kevin orang yang lembut,perhatian,dan kevin pula yang lebih dulu mendekati clara agar clara mau menjadi kekasihnya sebelum clara masuk ia lapor dulu ke penjaga apartemen, karena sudah beberapa kali clara pergi ke apartemen kevin,maka penjaga pun sudah mengenal clara dengan baik,karena selain itu clara sering membagikan makanan atau minuman kepada penjaga apartemen itu "halo pak asep, ini clara ada kue,tadi beli di dekat kampus,enak deh pak,dimakan ya pak asep,saya mau ke atas dulu" "siap mba clara,makasih ya kue nya mba he he he,,,," "siap, sama-sama pak asep" clara berjalan memasuki apartemen menuju lift,dan menekan angka 15,dimana unit kevin berada didalam lift,clara sambil berdoa, semoga apa yang ia harapkan yang kevin ucapkan,yaitu kevin tidak memili hubungan apapun dengan wanita manapun selain dirinya setelah pintu lift terbuka, clara langsung menuju kamar kavin dan membuka pintunya,ternyata kata sandi pintunya masih belum berubah,itu berarti masih ada harapan bahwa kevin akan baik kembali,dan mungkin memnag benar,karena kevin ingin memberi ruang lebih pada clara untuk menyelesaikan skripsinya ketika clara masuk,ia melihat beberapa baju berserakan,clara mengambil baju itu dan ternyata itu baju perempuan, hati clara semakin tak karuan semakin masuk kedalam clara semakin melihat beberapa potong helai baju lainnya dan dalaman yang ia tau siapa pemiliknya,ya itu milik kevin dan ya itu milik perempuan,tapi siapa!!? pikiran clara terus berkecambuk, clara mencoba untuk mendekati pintu kamar kevin yang sedikit terbuka,dan semakin dekat clara mendengar suara perempuan yang menyebut nama kevin dengan mendesah, iuuhhhh,,,, apa-apan ini, "gak!, gak mungkin,ini gak mungkin", dengan perasaan yang semakin sakit clara mendengarkan suara itu "ahhhh vin enak, terus vin,terus,sampai dalam, ahhhh" suara menjijikan itu terus terucap,dan kevin menjawab dengan suara berat,seakan menikmati semuanya "ya baby,aku masukan lebih dalam lagi, ahhh, kau sunggug sangat nikmat baby, ahh ahh" "eugh ahhh,ya baby terus,ahhh , lebih cepat beb aku mau keluar ahhh ahhh" "yes baby,tunggu baby aku juga akan keluar,kita sama-sama keluar baby, eugh ahhh" "eugh,,,ahhh,ahhh,, yes baby yes, aku keluar , terus vin terus, ahh ahh ahhh" "ya aku juga keluar beb, ahhh ahhhhhhhhhh" clara merasakan sakit yang benar-benar sakit, laki-laki yang ia cintai dan ia jaga kesuciannya untuknya justru malah melakukan dengan perempuan lain, sungguh clara tidak berfikir tentang kevin sejauh itu clara langsung mendobrak pintu kamar kevin dengan keras, membuat kedua pasangan sejoli yang sudah melepaskan kenikmatannya syok akan kedatangan clara,lebih-lebih kevin,kevin benar-benar tidak menyaka clara akan mendatangi apartemenya,padahal kevin tidak memberikan kabar dimana ia berada, dan sialnya kevin lupa, clara mengetahui kata sandi apartemennya dengan suara lantang clara berteriak pada kevin, " kevin!!!, tega kamu vin, apa yang sudah kamu lakukan!!?",,,,,, dengan air mata yang terus mengalir,clara sungguh tidak percaya dengan apa yang kevin lakukan kevin yang mendengar itu langsung mengambil celananya dan mencoba untuk mendekati clara dan memberikan penjelasan padanya alexa yang melihat itu tidak menggubris clara dan kevin, yang mencoba untuk menjelaskan keadaannya dengan kevin "clara sayang, dengar, ini tidak seperti yang kamu pikirkan,aku dan alexa tidak sengaja melakukan ini, sayang kamu dengarin aku ok,nanti aku akan jelasin semuanya sama kamu" semakin kevin mendekat kepada clara, clara semakin mundur dengan air mata yang terus mengalir, " jahat kamu vin, aku selalu berfikir apa yang salah denganku, sampai kamu berubah,tapi sekarang aku tau, bukan aku yang salah, tapi kamu yang salah, aku benar-benar tidak menyangka,aku jijik sama kamu" clara tidak menyangka, laki-laki yang sangat ia cintai,dan telah memberikan harapan masa depan,tega menghianati cinta mereka. entah apakah clara akan bisa memaafkan kevin atau melepaskan kevin, karena kelakuan kevin yang benar-benar di luar nalar clara
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN