Aku duduk diruangan kerjaku sembari menenggak minuman favoritku saat sedang kacau. Segala sesuatu tentang Rea, membuat ku begitu frustasi. Bagaimana bisa segala macam pikiran buruk itu tidak juga hilang dari pikirannya. Padahal aku sudah melakukan segalanya. Tidak. Aku segera bangkit. Aku tidak bisa seperti ini terus. Sepertinya aku harus mencari pelampiasan untuk mengeluarkan semua emosiku. Aku langsung melangkah keluar dengan menyelipkan pistol dipinggangku. Baru saja berapa langkah, ponselku berdering. Menampilkan nama Louis disana. Aku segera mengangkatnya. ("Hallo?") ("Aku berada dimarkasmu. Cepatlah kemari.") Louis memutuskan panggilan nya sebelum mendengar tanggapanku. Aku langsung pergi dan menemuinya disana. *~* "Apa yang kau lakukan dimarkasku?" Aku bertanya dengan data

