Sepulang sekolah, aku pergi ke ruang guru. Angie mengirimkan pesan dan menyuruhku menunggunya di depan ruang guru. Cukup lama aku menunggu dan rasanya sungguh mengesalkan. Jadi, begini ya rasanya menunggu lama? Aku jadi merasa bersalah karena biasanya Angie yang menungguku setiap hari, walau aku tidak pernah memintanya. Lama aku berdiri di sini, hampir 45 menit dan ini sudah keterlaluan. Wajar bukan jika aku kesal? "Maaf, Leslie, membuatmu menunggu lama." Angie akhirnya muncul, memasang raut menyesal sembari menangkupkan kedua tangan di depan d**a. Karena tetap saja aku merasa kesal sudah dibuat menunggu selama itu, aku pun melangkah pergi begitu saja. "Hai, jangan marah dong. Aku yang biasanya menunggumu lama, tidak pernah marah." Katanya sembari me

