Kucing Kecil Bersedih

1234 Kata

Laith, Biani berangkat sekolah tanpa menunggu aku, biasanya kami saling menunggu di depan rumah dan pergi bersama, walaupun akhirnya Biani akan sampai lebih dulu. Apa dia kecewa padaku? Mungkin aku memang kurang tegas, seharusnya kemarin aku tidak perlu mengejar Jasmine. Hanya saja, dia mengatakan mau mati membuatku sedikit cemas. Mengingat wajahnya yang sedih dan terluka membuat hatiku sakit juga. Bukan karena aku menyukai dia, ini empati sebagai sesama manusia. Aku membawa kotak kue yang sudah disiapkan ibu, karena hari ini aku akan mengikuti pelajaran tambahan. Ibu menasehati lagi soal semalam. Memang ibu dengan bijaksana mengatakan kalau masa depan tidak ada yang tau. Aku masih muda, lagipula belum tentu bisa terus bersama Biani sampai nanti, jodoh tidak ada yang tau. Hanya saja da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN