Seni Perang Terdahsyat

1710 Kata

Biani, Aku meletakkan undangan di dalam tas mungil yang cantik. Gaunku juga cantik, ditambah aku juga cantik. Tak bisa membayangkan bagaimana Laith akan terpana melihatku nanti. Fiuh...dia sudah menunggu di bawah, kami akan pergi ke undangan pesta ulang tahun anak dari relasi bisnis mommy dan daddy, aku sudah merencanakan sesuatu di sana nanti. Aku berjalan anggun menuruni anak tangga, Laith menoleh. Matanya menatap dalam padaku, sudah aku bilang dia pasti terpesona. Tapi yah dia lebih mempesona sih. Tidak bohong, ditambah aku sangat menyukainya. Di bawah lampu kristal rumahku Laith tampak seperti pangeran. Laith mengenakan outfit serba hitam, kemeja lengan panjang dengan kerah tinggi, juga celana panjang hitam. Jasnya di sampirkan di tangan, Aku rasa dia tak mau menggunakan jasnya ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN