Biani & Laith, Laith, aku sangat sayang sama kamu sekarang. Sangat-sangat sayang, kata Biani dalam hati. Biani merapatkan tubuhnya pada Laith. Biani tersenyum dalam tidurnya. Dia merasakan kehangatan tubuh Laith saat ini, seperti saat itu kehangatan hati Laith membuatnya bahagia, paling bahagia sepanjang hidupnya. Laith, itu pasti takdir, karena setelah dua tahun dia mengetahui sekolah Laith. Yah, setelah kejadian itu Biani merasa menyesal karena tidak mengetahui hal lain mengenai anak lelaki bernama Laith, beberapa kali dia pergi ke komplek perumahan tapi tidak menemukannya. Biani juga memerintahkan orang untuk mengecek nama Laith di internet tapi tidak menemukan Laith seperti Laith yang memberikan bolu kukus hangat berbentuk bunga mawar padanya. Biani sangat kesal dan frustasi pada t

