Selamat membaca! Setiba di dalam kamar Laura, Alan pun langsung meletakkan tubuh Laura di atas ranjang. "Laura kamu tunggu di sini. Ingat! Apa pun yang terjadi jangan pernah keluar dari kamar ini. Kalau situasi sudah semakin terdesak, cobalah keluar dari balkon itu. Di sana ada pijakan yang cukup untuk kamu berpindah ke rumah tingkat di sebelah. Sekarang aku harus pergi!" Alan pun beranjak dan mulai berdiri dari posisinya yang berlutut menghadap Laura. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat tangan Laura menggenggamnya dengan erat. "Apa kamu tidak bisa pergi saja bersamaku. Tidak usah melawan mereka. Aku mohon!" pinta Laura dengan wajah yang sudah basah Alan pun menatap wajah sendu Laura yang begitu memohon padanya. Membuat hatinya seketika menjadi luluh. "Baiklah, ayo kita pergi s

