Selamat membaca! Alan masih menatap tak percaya akan sosok wanita yang dilihatnya. Pandangan yang sangat berbeda. Mata dengan sorot yang tajam itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa wanita itu adalah Emilia yang dikenalnya dulu. Wanita yang memiliki mata paling teduh yang pernah dilihatnya. "Apa kamu benar-benar, Emilia?" tanya Alan coba membuka suaranya setelah sempat diam beberapa saat. "Kenapa kau mesti meragukannya? Dia adalah Emilia, tapi bukan lagi istrimu. Melainkan istriku." Dengan wajah sombongnya, Morgan mengatakan semua itu sambil merangkul Emilia yang berdiri di sebelahnya. Jiwa Alan pun seolah terbakar, saat mendengarnya. Ia mulai meronta, walau itu sama sekali tak berhasil melepas ikatannya. Alan berteriak keras menghardik sosok pria yang diduganya sebagai dalang dari se

