" Kamu dimana, May?", batin Hendy merasa bersalah. Dia masih mengulang kejadian tadi pagi di pikirannya. Dia telah kelepasan membentak calon istrinya itu. Rasa penyesalan memanglah selalu datang terlambat. Kalau bisa diulang, pastilah dia mau putar waktu sebelum kejadian itu. Tapi apalah daya, dimana Maya saja dia tidak tahu. Hendy terus berjalan menyusuri setiap jalan, menoleh ke kanan dan kiri, sambil berpikir, akan kemana Maya. Namun pikirannya buntu, rasanya tidak akan ada tempat yang bisa dituju Maya selain rumah keluarga Abimanyu. Hendy. Maya sudah tidak punya keluarga, jadi rasanya tidak ada tempat yang bisa dituju. Namun sekarang, Ponsel tak di bawa, dia tidak membawa baju juga. Kemana dia akan pergi? Pada akhirnya Hendy kembali ke rumah Abimanyu tanpa Maya. Dirinya terlihat k

