Prolog
"Sofia, ayah mohon."
"Maaf, aku ga bisa ayah. Aku ga kenal siapa orang itu. Seperti apa dia, bagaimana sifatnya. Lalu ayah minta aku menikah dengannya? Ayah sudah gila!", Sofia menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dia marah. Namun dia tetap ingat di hadapannya tetaplah ayahnya. Meski apa yang telah dia lakukan hanya menoreh luka yang dalam untuk Sofia.
"Ayah mohon. Ayah tau kamu mungkin menganggap ayah bukan siapa- siapa lagi. Tapi hanya kamu yang bisa menyelamatkan ayah, nak."
"Nak? Ayah coba ingat, dimana ayah saat ibu berjuang mencari tempat setelah diusir oleh keluarga ayah. Dimana ayah saat aku membutuhkan uang untuk masuk sekolah? Dimana ayah saat ibu sakit dan meninggalkan aku seorang diri? Dimana ayah?!!", Sofia sudah meneteskan airmata yang dia tahan sedari tadi.
"Maafkan ayah, nak. Tapi ayah mohon nak. Demi keluarga ayah."
"Demi keluarga ayah? Mereka yang mencampakan aku dan ibu!"
"Setidaknya untuk ayahmu ini, nak."
"Ayah, aku mohon pergilah. Aku tidak mau jadi anak durhaka. Aku mohon sebelum batas kesabaran aku habis. Pergilah.", Sofia memalingkan wajahnya.
"Ini nomor ayah. Bila kamu berubah pikiran, tolong hubungi ayah. Waktu ayah hanya sampai minggu depan nak. Ayah mohon pertimbangkanlah ", tangan Sofia digenggam begitu erat. Sofia tahu bahwa sebenarnya ayahnya sangat mencintai ibunya. Namun keluarga ayahnya tidak merestui hubungan mereka dan berusaha mengancam ibunya. Sehingga ibunya meninggalkan ayahnya. Namun yang membuatnya kecewa, ayahnya tak pernah datang untuk menjemputnya. Dan sekarang, dia datang dengan permintaan konyol. Rasanya Sofia ingin berteriak memaki, meluapkan segala sakit yang ada dihatinya selama ini.
***
"Pa, Samudra ga mau menikah."
"Semua undangan sudah disebar, bagaimana mungkin kita membatalkannya." Ucap Reyhan Abimanyu, ayah dari Samudera.
"Ayah, aku baru kehilangan Cintia, bagaimana mungkin aku tetap menikah dengan hati yang hancur?"
"Justru kamu bisa melupakan Cintia dengan wanita lain disisimu. Belajar mencintai orang lain. Kamu ga akan hidup dalam bayangan Cintia kan?", Samudera terdiam. Dari dulu ucapan ayahnya ada mutlak. Namun berat rasanya untuk mengabulkan permintaan satu ini. Bahkan sampai hari ini, jasad Cintia belum diketemukan.
Cintia, gadis yang begitu dia cintai, mengalami kecelakaan saat pulang dari Yogyakarta. Mobil yang dia bawa masuk kedalam jurang yang dalam dan terbawa arus sungai. Sampai hari ini, Samudera masih berharap bila Cintia masih hidup, dan akan kembali padanya. Segala upaya dia lakukan, tapi sudah hampir seminggu tidak ada kabar bahwa jasad Cintia ditemukan. Hanya bangkai mobil yang dinaiki Cintia yang ditemukan terbawa arus sungai. Dan sekarang ini, tidak ada pilihan lain, saat ayahnya memutuskan dia menikah dengan kakak Cintia.
Yang dia tak habis pikir, siapa kakak Cintia? Selama ini Cintia tidak pernah menceritakan bila dia mempunyai seorang kakak. Selama ini Sam juga tak pernah melihat sosok kakak di rumah Cintia. Bagaimana bisa dia tiba- tiba muncul dan menjadi penganti Cintia?
***