Sofia terlihat memilin jarinya menunggu dokter yang tak kunjung keluar dari ruangan IGD, tempat nenek Sandra diperiksa. Samudera yang melihat kecemasan istrinya itu, langsung menggenggam tangan istrinya itu. "Percaya sayang, Allah pasti akan menyembuhkan nenek bila itu kehendaknya. Kita hanya perlu berdoa sayang.", ucap Samudera sambil menatap istrinya itu. "Aku hanya punya mimpi, kalau Allah mengizinkan, nenek boleh menerimaku, mas. Bahkan boleh melihat anak kita lahir, dan dia mau menerima anak kita mas, sebagai cicitnya.", ucap Sofia lirih. "Sayang, percayalah. Ketulusanmu, kebaikanmu, pasti dilihat Allah. Kalau memang Allah membuka hati nenek untuk menerima dirimu, pasti ada waktunya nenek bisa menerima kita, sayang.", ucap Samudera sambil meremas jemari Sofia. "Mas, terima kasih

