Kisah Reyhan dan Lidya

1232 Kata

Keesokan paginya, Samudera turun dengan wajah sumringah, sambil menuntun istrinya turun. Setelah ditinggal lama oleh istrinya, ini pertama kalinya Samudera turun dengan wajah cerah. " Gila pa, mimpi apa mama? Kayaknya langit cerah banget ya?", sindir mama Lidya. Samudera hanya tertawa, " Setiap pagi kayaknya bakal cerah terus ma." Samudera menuntun istrinya duduk, lala memutar ke bangku mamanya dan mengecup pipi mamanya, "Makasih ma, sudah bawa pulang matahari aku.", mama Lidya tersenyum dan menatap menantunya. "Semalem dikasih jatah ya sayang? Sampai dia mencium pipi mama lagi setelah bertahun- tahun lupa akan mamanya ini.", Sofia jadi tersipu malu mendengar pertanyaan mama Lidya. "Namanya juga melepas rindu, ma. Kayak ga pernah muda aja.", ucap Samudera. "Sudah sekarang sarapan dul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN