Pengakuan

1429 Kata

Samudera mengintip di balik pintu, terlihat istrinya berbaring sambil menonton telivisi. Terlihat wajah kesalnya sudah memudar, namun saat menatap Samudera yang mengintip, dia mematikan telivisi dan berbalik tidur. Samudera tahu, ini artinya istrinya masih kesal kepadanya. Dia masuk dan menutup pintunya, bahkan menguncinya. Samudera duduk di tepi ranjang, tempat Sofia tidur. Dia menatap wajah istrinya yang menutup mata seolah sedang tidur. Samudera tahu persis, istri cantiknya itu hanya menutup mata, menghindari tatapannya. Entah mengapa, menatap istrinya seperti ini setiap pagi, dia akan rela meninggalkan semua kesibukannya. "Sayang,", tidak ada sahutan. "Sayang,", masih tidak ada sahutan. "Sayang, besok aku mau ke Bandung.", Sofia langsung membuka matanya. Yang terlihat hanya senyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN