Samudera sudah bolak balik berjalan didalam ruang kantornya. Banyak hal yang sedang berlalu lalang dalam pikirannya. Masalah kekuatiran dia kalau istrinya sebentar lagi akan melahirkan. Perusahaan memang dalam keadaan baik, namun dia tetap perlu memikirkan segala masalah di dalam perusahaannya itu. Sekarang bertambah lagi satu masalah yang sebenarnya sudah dia tebak dari awal. " Bos, bisa berpikirnya dengan duduk diam saja? Saya yang pusing melihat bos bolak balik kaya setrika kepanasan. Kepala saya makin tidak bisa berpikir.", ucap Hendy yang kesal melihat tingkah Samudera. " Kalau memang istri gw dari keluarga Sudiatama, saya harus berpikir untuk kerjasama kemarin itu. Mau kita bawa kemana kerjasama itu? Saya masih berpikir kerjasama itu belum matang, kita belum tentu diuntungkan den

