“Ambil,” Sekali lagi, orang itu menyodorkan tusukan marshmallow di depan gue. Sementara, gue masih menatapnya enggak percaya. Dalam beberapa waktu, gue cuma bisa melongo kaya orang b**o. Persis kaya gue beberapa waktu lalu yang baru bangkit dari kubur, eh tidur. Kenapa gue lagi-lagi terlibat sama manusia ini? Perhelatan batin gue mulai mengaduk-ngaduk kepala. Pusing? Enggak juga si. Gue tahu kok kalau gue spesial, jadi di kelilingi oleh manusia-manusia tampan dan rupawan adalah sebuah hal yang biasa buat gue. Iya, kan, wahai Tansuai Jagganim yang terhormat? Pokoknya hari ini gue kudu jadi anak baik, biar Tansuai Jagganim enggak nyiksa gue kaya kemaren! “Dia gak doyan kali, betewe makasih ya, Bang!” serobot Rimba dengan tangan yang bergerak cepat ngambil itu sate marshmallow yang sem

