Ello hanya pasrah,vio meniup niupi matanya yg terkena bantal. Ello menatap lekat mata coklat oval itu,ada desiran aneh dalam dirinya saat melihat mata oval vio,nyaman itu yang ada dibenak Ello saat menatap mata vio.
Ello masih terus memperhatikan wajah vio, bola mata coklatnya ,bulu mata lentik nya,hidung mancung nya,dan...bibir pink alami tipisnya yang hanya dipoles lip balm,ingin sekali Ello mengecup bibir tipis itu sampai membengkak,sampai bibir itu mendesah menyebutkan namanya.
"astaga..apa yang ada di otak gue sih,kenapa gue selalu ga waras Deket nih cewe,ga ga boleh kaya gini" batin Ello sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"lu napa dah bang, pusing?" tanya vio dengan bingung "enggak..!!" sentak Ello,, "ish biasa aja dong bang,ga usah pake urat gue kan cuma nanya keles" vio memutar bola matanya malas
"ga penting banget" Ello berdiri dari duduknya " btw kalo lu jadi buronan polisi,dan ada di DPO,gue ga mau ya ikut keseret seret,kita bisa batalin perjanjian ini,dan lu bisa pergi dari rumah gue"
vio menengadah melihat Ello yang sedang berbicara pada nya sambil berdiri,"maksud nya bang??" "CK ga usah belaga polos deh,lu nyuri semua perhiasan ini kan,ngaku deh lu" vio menganga mendengar ucapan Ello yang selalu saja negatif thinking padanya
tuuukkkkk...!!
"aaaggghhh...,,sakit Violetta" Ello memegang mulutnya sambil menatap tajam vio karena vio dengan sengaja bangun dan mengantukan kepalanya kedagu Ello,alhasil lidah Ello tergigit oleh giginya sendiri
"utututu sakit ya.." ucap vio dengan nada mengejek, "lu bisa ga sih hati hati saat bangun,ada gue didepan lu,sakit tau ga" "lu bisa ga sih ati ati saat bangun,xxxxxxxx" ucap vio menye menye
"boddoo amat,mau lu sakit atau mati sekalipun gue ga peduli, bye..!!" "aargggghhh... Violetta..!!"geram Ello sambil berjingkrak jingkrak memegang sebelah kakinya karena di injak vio dengan sengaja, "sukurin biar otak lu lempeng ga negatif Mulu sama gue,wleee.." vio menjulurkan lidah dari jauh ke arah Ello dan langsung berlari ke kamarnya "awas lu ya...aiisshh"Ello meringis merasakan kakinya yang sakit
dikamar Sandra sedang berbicara diponselnya dengan seseorang "iya Jeung terimakasih loohhh, pasti akan kami jaga ga usah hawatir"
tidak lama Sandra pun mengakhiri percakapan dengan seseorang itu. "gimana mah?" tanya Josh yang penasaran. "feeling mamah emang ga pernah meleset pah" "jadi benar dia orangnya mah" "ia pah vio,dia wanita itu"
"hidup putra kamu lucu ya mah" "maksud papah" "dia mati matian ga mau dijodohin sama wanita pilihan neneknya tapi dia sendiri yang berpacaran dengan wanita itu" Sandra dan Josh terkekeh "iya pah,semoga aja mereka berjodoh ya,mamah sudah suka sama vio" "hemmmh,papah yang penting Ello bahagia mah" "feeling mamah Ello pasti akan bahagia Sama vio pah" "amiin semoga saja mah"
ke esokan harinya
Sandra dan bi Jum sedang menyiapkan sarapan di meja makan,bi Jum adalah maid yang bekerja di mansion Ello dari pagi sampai sore,karena Ello tidak suka ada orang lain saat ia pulang kerja.
"pagi mah" Ello mengecup pipi Sandra dan duduk di kursi meja makan sambil memainkan ponselnya, dengan stelan kerja yang sudah rapih warna hitam, melampirkan jas dikursi sebelah yang kosong.
" vio mana ell?" "belum liat mah,mungkin dikamarnya belum bangun" "tadi mamah kekamarnya tapi vio ga ada tuh" seketika Ello menghentikan kegiatan nya menatap Sandra, "mamah g lagi ngeprank Ello kan?" "emangnya mamah mba mu yang suka ngeprank" "mamah serius?" "astaga Ello kalau kamu ga percaya tengok aja sendiri kekamar vio"
Ello langsung bangkit dan bergegas ke kamar vio,melihat seluruh ruangan itu nampak kosong tidak ada tanda-tanda keberadaan vio didalam kamar,bahkan Ello sampai mengecek kamar mandi juga.
"apa jangan-jangan lu benaran pergi gara gara omongan gue kemaren" monolog Ello "enggak enggak gue yakin lu bukan maling kan,tapi....bisa jadi dia maling yang memanfaatkan wajah cantiknya,,aaaggghhh s**t,,lu bener bener bikin gue ga waras Violetta" Ello mengacak-ngacak rambutnya frustasi
"mah mamah..." teriak Ello yang setengah berlari dari arah tangga sambil menelusuri setiap sudut mansion nya "apa sih ell teriak teriak.." "mamah yakin ga liat vio dari pagi" "astaga Ello kalo mamah liat mamah ga Mungkin nanya kamu,tadi kan mamah juga udah jawab pertanyaan kamu ini,dasar"
"bi..bi Jum" teriak Ello kembali "iya tuan muda" "bibi liat vio ga" "maaf tuan muda bibi ga liat dari pas datang pagi tadi bibi langsung ke dapur bantu nyonya besar"
Ello menghela nafas gusar ia takut vio benar-benar pergi,tapi bukannya ia yang menyuruh vio pergi dan melupakan perjanjian mereka, entahlah apa yang ada di otak Ello saat ini,yang jelas ia benar-benar hawatir tidak melihat vio didepan matanya. Ello mengibaskan tangannya mengisyaratkan bi Jum untuk pergi.
"yaudah sih ell coba kamu hubungi vio,jangan kaya gini,mamah berasa kamu lagi nyari kucing bukan nyari vio,kita sekarang ada dizaman digital bukan zaman batu" sindir Sandra karena ia jengah melihat anak bungsunya mengelilingi mansion sambil berteriak-teriak
"gimana Ello mau ngehubungi vio mah, sedangkan vio ga punya ponsel" Sandra menatap Ello dengan curiga,Ello yang ditatap pun sadar atas ucapan nya "eummhh..maksud Ello ponsel vio rusak mah jadi vio ga pegang ponsel" jawab Ello dengan gugup
"kamu itu gimana sih ell harusnya sebagai pacar kamu pengertian dong, beliin pacar kamu ponsel,masa kaya gitu aja harus mamah ajarin,lagian biar enak juga kasih kabar,ga bakalan kaya gini jadinya" "apa sih mah..tumben banget mamah kaya gini, biasanya juga cuek aja sama pacar pacar Ello" "mamah suka sama vio ell "
Ello mengangkat sebelah alisnya menatap Sandra dengan curiga tapi...
tuuukkkkk..!!
"awh sakit maahhh.." Ello memegang kepalanya yang dipukul sendok sayur oleh Sandra "biar otak kamu waras,kamu pasti lagi mikir yang aneh-aneh kan sama mamah" selidik Sandra
"gimana Ello ga mikir yang aneh-aneh,mamah ngomong nya begitu" "maksud mamah suka vio itu mamah suka kamu pacaran sama vio,mamah pengen nya vio aja jadi menantu mamah ga ada yang lain"
uhuk uhuk uhuk..!
Ello tersedak Saliva nya sendiri,"kamu kenapa deh ell" "mamah yakin mau vio jadi menantu mamah" "yakin dooonggg" ucap Sandra dengan mantap "terus jodoh pilihan nenek gimana" "aaghh gampang itu mah,toh nenek kamu juga udah meninggal" "yess..!!"
"kenapa kamu seneng banget" "seneng dong mah akhirnya perjodohan unfaedah itu batal juga,aku bisa pacaran dengan leluasa sama vio,yes yes yes" ucap Ello dengan girang "mamah ga bilang loooh perjodohan nenek batal"
seketika wajah bersinar nya Ello jadi mendung kembali," maksud mamah apa sih..mamah PHP in Ello" "itu..."
hahahaha hahahaha
seketika ucapan Sandra terhenti saat mendengar dua orang tertawa,Sandra menghampiri keduanya
"loh papah,vio..kalian berdua darimana,kayanya seneng banget" Sandra memicingkan mata "abis lari pagi mah..,tadi papah ngajakin vio lari keliling komplek" "iya mah,,tadi vio ketemu dihalaman depan sama papah"
"ya ampun vio,kamu itu bikin seseorang hampir gila tau ga" "maksud mamah??" "tuuuhhh.." Sandra menunjuk dengan dagu ke arah Ello yang sudah menatap tajam vio sambil melipat tangan di dada
"maasss,,kamu kenapa?"vio menghampiri Ello " "dia hampir gila nyariin kamu disetiap sudut rumah dengan teriak teriak" vio menatap Ello dengan bingung
"mandi terus sarapan,ga pake lama" Ello meninggalkan vio begitu saja, "yang sabar ya Vi ngadepin anak mamah,vio hanya mengangguk dan tersenyum manis," yaudah mandi gih kita tunggu di meja makan" "iya mah.."
setelah membersihkan diri vio bergegas menuju meja makan,mereka sarapan dengan Hidmat, sesekali Josh dan vio bercerita tentang lari pagi nya dengan antusias,Sandra menimpali obrolan mereka berbeda dengan Ello yang hanya diam.
"Ello kenyang" Ello beranjak dari kursinya mengambil jas yang ia lampirkan dikursi sampingnya, "kopi nya ga di abisin ell" "buat papah aja biar selalu dapet bekas Ello"pergi meninggalkan meja makan,vio tercengang, "aiiishh anak itu" Josh geleng-geleng kepala "hati hati loh Vi,Ello itu cemburuan banget" vio tersenyum kikuk
"Ello kerja dlu mah"mengecup pipi Sandra saat sudah siap berangkat ke kantor "iya hati hati,jangan lupa makan dan jangan pulang larut oke" Sandra menepuk nepuk pipi Ello lembut,vio yang melihat dari kejauhan tersenyum hangat
"papah juga ke kantor sebentar ya mah.." Josh mengecup kening Sandra "hati hati pah.." baru Ello dan Josh akan pergi Sandra memanggil, "ell kamu ga pamitan sama vio?" Ello pun berbalik
"vio sayang Ello mau berangkat kerja nih" ucap Sandra sedikit berteriak karena vio ada di ruang makan,vio yang mendengar ia dipanggil langsung menghampiri Sandra. "iya mah.."
vio mengulurkan tangannya ke Ello dan Ello pun memberikan tangan nya,vio mencium punggung tangan Ello "kenapa hati gue hangat begini" batin Ello "hati hati mas" "ya.."
"kalian itu ko kaku banget sih"ucap Josh menggoda Ello "tau..,cipika cipiki nya mana ell,ga usah malu gitu lah Deket mamah papah,mamah tau ko pacaran jaman sekarang kaya apa" "apaan sih mah..." gugup Ello,wajah vio sudah bersemu merah. "udah ga usah malu cepet cium vio sebelum kamu terlambat ngantor,itu juga biar jadi mood booster kamu ell"
Ello menatap vio,begitu pun dengan vio mereka saling bertatapan, sedikit sedikit Ello mengikis jarak memajukan dan memiringkan wajahnya,, jantung mereka berdegup sangat kencang seperti ingin melompat dari tempat nya.
Cup,,
Cup,,
Ello mengecup pipi kanan dan kiri vio,vio tersentak kaget saat benda lembut itu mampir di pipi mulusnya.ello juga membelai rambut dan memegang kepala vio,vio memejamkan mata nya
Cup,,
Ello mengecup kening vio dalam,Sandra dan Josh yang melihat itu tersenyum senang,tidak lama Ello melepaskan bibirnya dari kening vio seketika mereka berdua jadi canggung,Ello dan vio merasakan getaran aneh dihati mereka,tapi mereka sama sama menipis rasa itu.