"jangan mendekat..!" ucap Ello dengan suara seraknya
vio tidak mendengarkan ucapan Ello,ia malah semakin mendekat dan dengan sengaja memegang dahi Ello. "lu sakit bang,tapi ko ga panas,tapi lu keringetan,AC nyala loh bang"
Glekk,,
Ello benar benar tersiksa,vio sangat dekat dengannya,ia bahkan bisa menatap lekat manik mata oval coklat milik vio,Ello tenggelam dalam mata itu,sudah lama ello tidak pernah sedekat ini dengan lawan jenis kecuali keluarga nya. tapi Ello kemudian memejamkan matanya menahan hasrat untuk langsung menerkam vio "sial wangi banget lagi" batin Ello
Ello tersentak saat tangan vio mengelap keringat yang ada di pelipis nya,vio juga jadi ikut kaget melihat respon Ello. "ngapain lu.." "ngelap keringet lu doang ABANGGG,," "cih modus lu" vio menganga mendengar ucapan Ello yang selalu saja negatif thinking padanya, "salah ternyata gue baik sama lu" "ga butuh gue" "sok soan ga butuh,muka lu udah pucet gitu bang, keringet dingin juga,kalo pinsan gue g mau ya gotong lu" "bacot..!" mata vio membulat sempurna
"inget ya isi perjanjian yang lu tambahin,no skinship skinship" menatap tajam vio dan mundur dua langkah "yaelaaahhhh bang cuma ngelap keringet lu doang astaga,gue takutnya lu sakit" "hati manusia siapa yang tau" vio menganga kembali tak percaya apa yang ada di otak pria didepan nya "semerdeka lu aja dah bang" "udah sana lu siap siap bentar lagi orang tua gue dateng" vio memutar bola matanya malas "yaudah lu keluar sana,awas lu ngintipin gue" menatap Tajam Ello "cih ga nafsu gue,d**a rata b****g rata gitu" Ello berjalan keluar dari kamar "dasar perjaka tua mesum..!!" teriak vio sambil menutup kasar pintu kamar
Ello masuk ke kamarnya dengan mengepalkan tangan menahan semua hasrat yang ada, "ga waras kayanya gue,,kenapa sih lu masih bangun aja" berbicara sambil menatap ke arah celananya yang sudah mengembung. "ini nyiksa banget sumpah" Ello bergegas kekaMar mandi dan melepaskan apa yang seharusnya dilepaskan dari tadi. Dengan hanya memikirkan vio yang sedang menari dengan memakai bathrobe dan rambut basah nya ditambah bahu polos vio yang begitu putih dan mulus,sampai Ello pun mengerang meneriakkan nama vio saat mencapai puncak kenikmatan nya. "aaahhh...vio.."
Ello dan vio berdiri didepan mansion menyambut kedatangan orang tua Ello. "inget perjanjian kita" bisik Ello "iya bawel"
seorang wanita paruh baya turun dengan anggun nya dari mobil Ferrari warna hitam, mengenakan dress peach pas lutut dengan clutch branded warna silver.
"mamah...sehat?" tanya Ello sambil memeluk dan mencium pipi Sandra "belum sehat karena belum dapet cucu dari kamu" Ello hanya menghela nafas "pah.." memeluk Josh "hai son" "Tante..om.." vio mencium takjim punggung tangan kedua orang tua Ello, "siapa ini Ell,," Sandra memperhatikan penampilan vio dari ujung kepala sampai ujung kaki, "masuk dulu mah,pah nanti ngobrol nya didalem" mereka semua masuk kedalam mansion,vio menarik ujung tangan kemeja yang Ello pakai,Ello melirik nya "penampilan gue ga aneh kan bang" berbisik pada ello,Ello mengernyit bingung "nyokap lu gitu banget ngeliat gue nya" Ello baru paham sekarang jika vio tidak nyaman dengan pandangan Sandra. "lu ga aneh ko" vio bernafas lega "tapi jelek" sambung Ello dan Langsung bergegas menyusul kedua orang tua nya di ruang keluarga, "iiiiihhhhh dasar perjaka tua m***m nyebelin,bodoh banget gue tanya sama dia" sambil mengepalkan kedua tangan didepan d**a menahan amarahnya.
padahal hari ini penampilan vio sangat cantik dengan dress floral warna hitam di atas lutut,kerah segi empat,rambut coklat panjang blondenya ia gerai. sampai Ello saja terpesona saat pertama melihat vio turun dari tangga,tapi balik lagi ke gengsi,Ello ga akan pernah bilang kalau Vio itu sangat cantik.
"jadi ini pacar kamu ell..?" tanya Sandra saat vio mendudukkan b****g nya di samping Ello "iya mah.." "nama kamu siapa?" "Violetta Tante" "hmmmh.." Sandra hanya berdehem, Vio berdiri "kamu mau kemana Bae" Ello memegang tangan vio "sebentar aja mas aku mau nyiapin minuman dan cemilan dulu buat om dan Tante" Ello tersenyum manis dan mengangguk,seketika vio tersihir oleh senyuman itu "oh God tampan nya.."batin vio tapi dengan cepat ia tersadar dan merutuki hati dan matanya yang sudah terpesona sama senyum palsu perjaka tua itu,buru buru vio kedapur. Sandra yang tadi memperhatikan tangan vio yang dipegang Ello mengernyit melihat sesuatu yang tidak asing.
tidak lama vio datang membawa jus jeruk dan coffe latte serta kudapan kudapan dinampan, "silahkan diminum Om Tante" Sandra masih memperhatikan vio dengan lekat, "terimakasih.." ucap Josh, "hemmmh..mamah berasa tamu dirumah anak sendiri ell dan pacar kamu nyonya nya.." "mamah..." sela Ello "maafkan vio Tante kalau Vio lancang,vio bukan merasa nyonya disini,vio hanya menghormati orang yang lebih tua dari vio,jika vio menyinggung bahkan telah menyakiti hati Tante secara tidak langsung vio minta maaf Tante" "attitude nya mengingat kan ku pada Veronica"batin Sandra
"tidak apa-apa" ucap Ello menenangkan Sambil mengusap punggung tangan vio.
di surat perjanjian memang dituliskan oleh vio tidak ada skinship skinship antara mereka jika di belakang kedua orang tua Ello, berbanding terbalik jika dihadapan keduanya Ello dan vio harus benar-benar mesra dan terlihat seperti orang pacaran yang sebenarnya.
"ekhemm,, kalian benar-benar pacaran kan?" tanya Sandra dengan tatapan menyelidik "vio beneran pacar Ello mah" Ello merangkul bahu vio "bagus kalau memang pacar beneran,mamah takutnya kamu hanya menyewa wanita luar untuk menjadi pacar pura-pura kamu"
Deg..!!
Ello dan vio menegang,tapi Ello masih bisa mengendalikan ekspresi nya. "Ello ga mungkin menyewa vio yang sudah Tinggal seatap dengan Ello mah" vio langsung menatap tajam Ello yang ditatap hanya santai seolah tidak apa-apa. "kalian sudah tinggal bersama?" tanya Josh, "iya pah.." "kita memang tinggal seatap Om Tante tapi kita ga tinggal sekamar ko" lanjut vio dengan menggebu takut kedua orang tua Ello berpikir yang tidak-tidak. "kenapa ga tinggal sekamar aja biar mamah cepet dapet cucu dari kamu ell" "eh..,,"vio terbelalak mendengar ucapan Sandra
"sini duduk Deket mamah sayang" Sandra menepuk sofa disampingnya yang kosong,vio menatap Ello meminta ijin dan Ello yang mengerti tatapan vio pun mengangguk,vio Duduk dekat Sandra.sandra memegang kedua tangan vio "terimakasih sudah mau jadi pacar anak bungsu Tante,maaf klo sikap Ello terkesan cuek dan juga galak ya.." ucap Sandra sambil terkekeh "maahhh.." sela Ello, "tapi Ello orang nya baik dan perhatian ko sayang,,tapi kamu nyaman kan sama Ello" "i..iya Tante" "jangan panggil tante,panggil mamah saja oke" "oh i..iya Tan,eh maksud vio mamah" "Good girl" Sandra menepuk lembut kepala vio, seketika vio merasa kan kenyamanan dan kasih sayang seorang ibu dari Sandra,vio menggigit bibir dalamnya agar ia tidak meneteskan air mata saat ia ingat dengan kasih sayang sang mamih waktu kecil,yang sudah tidak pernah ia rasakan kembali.
"pacar kamu cantik ya ell, ketemu dimana kamu,setau papah kamu g pernah kemanapun kecuali kantor dan mansion kamu ini" tanya Josh yang dari tadi hanya menyimak obrolan istri dan anaknya, Ello memutar bola matanya mendengar sang papah memuji vio. "minimarket pah waktu belanja" "kamu suka belanja di minimarket Vi?" "iya mah.." vio menatap Ello tajam "belanja apaan orang ketemu di minimarket juga karena ngumpet di mobil nya"batin vio
"lain kali kita belanja bulanan bareng ya vi pasti seru" ucap Sandra dengan semangat, "mampus lu Vi,lu mana ngarti belanja bulanan begitu,lu kan udah terima beres aja, tinggal pake tinggal makan" batin vio,tapi vio tetap tersenyum manis, "iya mah.."
"waahhh.. perhiasan kamu cantik ya sayang,,Ello yang beliin??" tanya Sandra,Ello memperhatikan vio baru sadar kalau Vio memakai 1set berlian ditubuhnya. "bukan mah,ini warisan keluarga dari almarhum opa dan Oma" "oh ya,,cantik banget sayang,cocok di badan kamu jadi bersinar gituh" vio tersenyum kecut "mamah ada ada aja, kalau Vio ga pakai perhiasan berarti Vio ga bersinar dong mah" Rajuk vio sambil memajukan bibirnya "haha bukan gitu sayang,aduuhh kamu lucu banget sih" mencubit gemas kedua pipi vio
"kamu pintar nyari pacar ell mamah suka" Sandra tersenyum lembut pada vio,Ello hanya cuek berbanding terbalik dengan vio yang jantung nya seperti ingin melompat, "jangan tinggalin Ello ya sayang, betah betah sama ello" Sandra menepuk nepuk punggung tangan vio,vio tersenyum canggung "loh ko kamu ga pakai cincin nya Vi" "kata mamih Oma cuma ninggalin ini aja mah,katanya nanti cincin itu bakalan datang dan ada dengan sendirinya diwaktu yang tepat" "ooh...begitu" "iya mah"
"yasudah mamah lelah pengen istirahat di kamar dlu, ayok pah.." "mau vio antar mah" "ga usah bae..mamah udah tau letak kamarnya dimana" cegah Ello "udah kamu disini aja, kayanya pacar kamu kangen deh,mamah papah kekamar ya"
Sandra dan Josh pun pergi beristirahat kekemar tamu yang biasa mereka gunakan jika mengunjungi anak bungsu nya di mansion ini.
"hahhhh..." vio menghela nafas lega ketika Sandra dan Josh sudah memasuki kamar tamu,ia menyandarkan badan nya ke sofa "ck, biasa aja kali kaya abis dikejar warga sekampung aja lu" "ini lebih dari sekampung bang,lagian lu gila ya ngebohongin orang tua yang baik kaya gitu" "apa beda nya sama lu yang kabur dari orang tua lu gara gara mau dijodohin"ucap ello dengan tatapan mengejeknya. "ishh..dasar,ga pernah mau ngalah sama cewe" Ello menatap lekat mata oval vio,vio yang merasa ditatap pun jadi salah tingkah. "lu Napa dah bang ngeliatin gue nya begitu banget" "btw lu bukan maling kan" "hahhhh.." vio cengo gagal paham dengan ucapan Ello
"lu ga maling perhiasan itu kan? Buggghhh...!
vio melempar wajah Ello dengan bantal sofa, "anjiirrrr..sakit Violetta !!" Ello mengucek sebelah matanya karena terkena lemparan bantal dari vio
"bodo amat,siapa suruh otak lu negatif Mulu sama gue bang,rasain,wleee.." sambil menjulurkan lidah, "ck,dasar bocah" Ello masih mengucek matanya yang pedih "tumben lu ga ngajak gue ribut lagi bang" "ga mood gue,mata gue sakit nih" "yaelaaahhhh ga usah lebay bang,itu dilempar pake bantal doang loh bukan pake piso" "heuuhh.."Ello menghela nafas,vio memperhatikan Ello yang masih mengucek dan mengerjap ngerjapkan matanya
"ituuu...asli sakitnya bang" "ga ini kW" vio memutar bola matanya malas pria ini mulai lagi menyulut emosi nya.
vio berdiri dari duduknya beralih duduk disebelah Ello, "ck,bilang ke gue bocah lu sama Bae bocah juga masa kena bantal aja Ampe nangis" ejek vio yang melihat disudut mata Ello ada air matanya "mata gue sakit Violetta bukan nangis yang gimana gimana" "alesan,,sini gue bantu"
vio memegang tangan yang dipakai Ello untuk mengucek mata nya "eh mau ngapain lu" refleks Ello menjauhkan wajahnya karena wajah vio sudah mendekati nya "gue mau bantuin lu bang" "lu..." "diem sih bang gue bantuin niupin mata lu, jangan dikucek terus udah merah tuh"
Ello hanya pasrah,vio meniup niupi matanya yg terkena bantal. Ello menatap lekat mata coklat oval itu,ada desiran aneh dalam dirinya saat melihat mata oval vio,nyaman itu yang ada dibenak Ello saat menatap mata vio.