"baca terus tanda tangan" Ello memberikan sebuah map kepada vio "apaan nih bang" "gue kan udah bilang baca terus tanda tangan,ga usah banyak tanya" "ish dasar cowok tua galak" desis vio dengan suara seperti bisikan,"lu bilang sesuatu?" "eh,enggak gue ga bilang apa apa" vio yang salah tingkah langsung membuka map yang disodorkan Ello tadi, sekarang mereka sedang berada di ruang kerja ello
"kalo udah ngerti silahkan tanda tangan" Ello memberikan ballpoint di atas meja,vio membaca isi kertas itu sambil sesekali mengernyit dan membulatkan matanya.
"Ok gue bakalan tanda tangan tapi lu juga harus terima persyaratan dari gue bang" Ello menaikkan alisnya sebelah menatap vio yg sedang menuliskan sesuatu didalam kertas itu. "silahkan tanda tangan juga bang" setelah vio tanda tangan vio memberikan map itu ke Ello.
Ello membaca apa yang ditambahkan vio,ia hanya tersenyum mengejek isi kertas tersebut, "ck,gue paling benci liat orang senyum begitu" Ello hanya mengangkat bahu lalu menandatangani kertas yang berisikan surat perjanjian.
"ternyata selain keras kepala lu juga terlalu percaya diri ya" vio mengernyit mendengar apa yang Ello bilang "seriusan lu nambahin ini" menunjuk tulisan yang sudah ditambahkan vio dalam surat itu "kenapa? salahkah?" "hahaha jangan kePDan gue ga bakalan jatuh cinta sama lu" "ati ati lu bang masa depan ga ada yang tau" "cih kalo pun didunia ini cuma ada lu cewe satu satunya yang tersisa,gue lebih baik jadi perjaka seumur hidup" "astaga ni perjaka tua songong banget"batin vio "ada malaikat lewat kelar idup lu bang" Ello hanya mengangkat bahu mengacuhkan omongan vio
"gue pegang omongan lu ya bang,jangan sampai lu jilat ludah sendiri" Ello terkekeh dan menggeleng gelengkan kepalanya "ga akan..!!"
mulai malam ini vio tinggal dengan Ello dimansionnya,dengan perjanjian menjadi pacar pura-pura Ello selama seminggu didepan kedua orang tua Ello yang akan datang dan menginap dimansion,dengan keuntungan vio mendapatkan tempat tinggal dan keamanan dari orang tua dan sang calon tunangan
"besok orang tua gue Dateng,gue harap lu ga bikin kekacauan dan inget perjanjian kita" "gue bakalan kacau bang secara gue ga punya apapun dirumah ini,baju juga ga ada" "mangkanya Laen kali kalo mau kabur lu bawa baju" "ish kalo tau dari pertama mamih papih mau jodohin gue,gue pasti udah kabur duluan bang,aneh lu" "hmmmh..,,ni kamar lu,inget jangan aneh aneh dan jangan buat kekacauan gue g suka rumah gue berantakan" "gue bom juga ni rumah"gumam vio "klo lu berani, gue mutilasi lu" "egh apaan sih bang" "gue denger ya lu ngomong apa" vio hanya meringis "ternyata kuping nya tajem juga"batin vio
Ello berlalu begitu saja ketika sudah didepan kamar yang akan ditempati vio
"laahhh,,udah gitu aja??" menatap punggung Ello yang berjalan ke arah tangga "iiihhhhh kasih gue baju ngapa,malah pergi gitu aja,dasar perjaka tua" gerutu vio didepan pintu kamar "gue denger Violetta" Ello berteriak ditangga "boddo amat"
Bruggghhhhh !!!
vio menutup pintu kamar dengan keras sampai berdebum kencang,Ello mendengar itu hanya mengelus d**a dan geleng kepala.
"mana bisa gue jatuh cinta sama lu yang bar bar begitu,,dasar cewe gila" gumam Ello
keesokan harinya..
tok.. tok.. tok.. tok.. tok..
pintu diketuk dengan brutal,
"appaaa" vio menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar, "astagaaa.."Ello mengelus d**a kaget melihat rambut vio seperti singa dengan muka kucel dan bekas make up yang masih menempel di wajahnya yang sudah berminyak.
Ello menerobos masuk menyingkirkan pintu yang menghalanginya, "aaggghhh...." vio terhuyung ke belakang sampai menabrak dinding kamar "lu jadi cowok bisa ga sih lembut dikit bang" vio menatap tajam Ello,Ello balik menatap vio "sayangnya gue ga bisa" vio memejamkan mata menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun "sialan,bodo amat deh" desis vio "lagian lu ngapain sih bang masuk kamar gadis sembarangan"
Ello tidak menggubris omongan vio,malah memperhatikan penampilan vio dari ujung kepala sampai kaki,Ello mengernyit "lu ga mandi semalem?" Ello memandang vio dengan jijik,vio hanya memutar bola matanya malas
"kalo gue mandi semalem,gue mau pake baju apa bang tidurnya,bugil gitu..gue kan udah bilang kalo gue ga punya baju" "ck,dasar jorok" "boddooo.." "lagian lu ribet banget,lu bisa kan pake baju itu lagi" "dih lu yang jorok tuh,mana bisa gue pake baju bekas gue pakai lagi kalo belum dicuci, mending gue ga mandi sekalian" "cewe itu emang bikin ribet sendiri ya" "iya dan untungnya gue ga doyan sama cewe" Ello memutar bola matanya
"orang tua gue mau Dateng hari ini jadi lu siap siap sekarang,dan ini..." Ello menyodorkan dua buah paper bag pada vio "dandan yang cantik dan jangan norak,jangan malu-maluin gue sebagai pacar lu" "boongan baaangggg.." ucap vio Sambil mengintip isi paper bag "hemmmh" Ello hanya berdehem, "kapan lu belanjanya bang?" "ga usah banyak tanya,yang jelas gue ga pernah mau buang buang waktu buat hal sepele begini" "cih,serah.." vio langsung meninggalkan Ello dan masuk kamar mandi.
30menit kemudian vio keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobe dengan rambut basahnya yang ia keringkan memakai handuk kecil,sambil bersenandung dan menari alay didepan cermin dengan mengibas-ngibaskan rambutnya
semua kejadian itu tak luput dari pandangan seorang pria yang sedang berdiri bersandar pada dinding kamar sambil menyilang kan kaki dan melipat tangan di d**a,vio yang tidak menyadari ada seorang pria yang sedang memperhatikan gerak geriknya,dengan santai menarik tali bathrobe
Glekk..!!
Ello menelan susah Saliva nya,dengan jantung yang menggila mencoba menebak apa yang akan terjadi setelah tali itu dibuka,dan saat itu pun mata Ello terbelalak melihat langsung bahu mulus vio yang sudah terekspos setengah,, "ehemm" dengan cepat Ello menyadarkan vio jika ia tidak sendiri dalam kamar
"astagaaa..!" vio memakai bathrobe nya kembali dan berbalik menatap nyalang Ello sambil tangan mengerat memegang bathrobe didadanya. "lu ngintipin gue bang" "kalo ngintip gue ga mungkin berdiri sejelas ini didepan lu" ucap Ello dengan santai untuk menutupi kegugupannya "lagian apa yang harus gue intipin, depan belakang rata gitu" vio menganga mendengar apa yang diucapkan Ello
refleks vio mengintip p******a nya didalam bathrobe dan lanjut bercermin memegang bokongnya, semua itu tak luput dari pandangan ello,Ello berasa suhu dikamar ini sudah panas dan sesuatu yang ada dalam dirinya mulai mengeras
padahal Ello bicara seperti itu hanya gengsi semata,tidak mau memuji tubuh indah vio yang bak gitar Spanyol, d**a yang bulat padat berisi sangat pas jika dalam genggamannya,belum lagi b****g yang indah dan padat itu,rasanya Ello ingin sekali meremas nya dan terus menampar b****g vio
"oh God apa yang terjadi sama otak gue" batin ello, Ello sudah bergerak gelisah menahan gejolak dibawahnya yang sudah mengeras sempurna, "seperti nya lu emang pria m***m yang butuh pelastik bang" "maksud lu,,ehemm" Ello berdehem untuk menutupi suaranya yang sudah mulai memberat
"kayaknya lu tipe cowok yang suka cewe bertoket gede pake silikon bang,biar enak lu grepe grepe ya,ck, dasar cowok m***m" vio geleng-geleng kepala
Ello memijat pelipisnya dia sudah pusing atas bawah,ia mati Matian menahan hasrat untuk tidak menerkam vio saat ini juga,Ello juga pria normal melihat wanita dihadapan nya memakai bathrobe melihat setengah bahu mulus dengan live.mendengar ucapan frontal sang wanita membuat otak Ello menjurus yang iya iya, Ello sudah amat sangat gelisah celana yang ia pakai sudah sangat sesak,ia butuh pelepasan,ia mulai berkeringat,vio memperhatikan Ello sedang tidak baik baik saja. vio menghampiri Ello mengikis jarak
"jangan mendekat !" ucap Ello dengan suara serak nya