"lu siapanya Ello" tanya Jovan pada seorang wanita yang sedang duduk dihadapan mereka bertiga,Ello yang mendengar itu langsung menoleh ke arah sahabat sekaligus tangan kanan nya
"lah ko gue,gue aja ga kenal siapa dia, harusnya gue yang nanya,lu siapa nya Jovan,secara itu mobil lu Jo" Ello menatap tajam Jovan
" Lu bidadari dari mana " tanya Rio, Jovan dan Ello menatap nyalang sahabat Playboy nya itu.
"dari mobil" cuek Vio sambil memperhatikan isi dari mansion yang bernuansa warna pastel "gue serius beb" ucap Rio "CK,emng gue bebek" jawab Vio kembali
seorang gadis sedang di interogasi oleh 3pria karena tertangkap bersembunyi didalam bagasi mobil salah satu pria tersebut.
" jangan jangan lu mau begal gue tadi ya" Ello menatap tajam vio
Violetta mengernyit dan balik menatap nyalang Ello,melipat tangan didada dan menyilang kan kakinya yang hanya berbalut hotpants
" glek !! "
3 pria itu menelan salivanya melihat paha mulus terekspos jelas
"emang ada ya begal secantik gue,yang ada gue kali yang Lu begal " sinis vio
"luu...,,agh s**t !!" Ello mengumpat karena ia malas berurusan dengan wanita yang ada didepannya,Ello sudah bisa menebak wanita ini akan sangat merepotkan karena yang ia liat hanya wanita manja keras kepala dan angkuh.
"yang sabbarrr boss" Jovan menggoda Ello yang sudah mulai tersulut emosi, "untung lu cewe,coba kalo lu cowok udah gue ajak ribut lu diluar" geram Ello. "Lahhh terus kalo gue cewe emang kenapa,mau lu ajak ribut di ranjang??"
ketiga pria itu speechless mengerjapkan mata mendengar bahasa frontal dari seorang wanita yang sedang duduk tenang dihadapan mereka seolah-olah yang punya mansion adalah ia.
kruyukkkk...
kruyukkkk....
mereka semua saling tatap, berbeda dengan vio yang meringis malu, "haiisss..nih perut malah ga bisa di ajak kompromi lagi" gumam vio sambil memegangi perutnya.
"cantik lu laper?" tanya Rio, "iya bang laper gue,bagi makanan dong baanggg.." ucap vio dengan mata puppies nya,Rio yang melihatnya terkekeh " o.." "kalo lu mau makan beli sana makan diluar jangan minta makan kerumah gue" Ello langsung memotong ucapan Rio yang mau meng Ok kan permintaan vio
"yaelaaahhhh..pelit amat sih lu bang, percuma mansion gede duit banyak tapi ga saling berbagi". "ga usah ngejudge orang kalo lu belum kenal orang itu" "oohhh lu mau kenalan,ngemeng dong bang,yaudah kenalin gue Violetta,lu bisa panggil gue vio" vio menyodorkan tangan, Ello menaikkan alisnya sebelah menatap vio dengan jijik
"hai vio,gue Rio" Rio langsung menjabat tangan vio "gue Jovan"
hening seketika karena menunggu Ello tidak menyebutkan namanya, "dia Ello yang punya nih rumah sekaligus yang bawa lu kesini tanpa sengaja dengan mobil Jo" Ello menatap jengah sahabatnya yang menurut nya mulai menebar kan pesona ke Playboyan sang Rio Alexander.
vio mengangkat bahu acuh "bang mana bang makanan nya laper gue nih asli" "oh iya gue sampe lupa haha" Rio beranjak dari duduknya "mau kemana lu Ri" "mau ngasih makan vio, kasian anak orang kelaparan" "gue yang punya rumah gue ga ngijinin ya lu ngasih sembarangan makanan gue ke orang ga jelas begitu" "ck,apanya yang ga jelas sih gue kan tadi udah memperkenalkan diri ke lu semua bang,orang pelit kuburan nya sempit bang" "ga peduli gue, omongan begitu apalagi omongan nya dari cewe modelan lu" Ello dan vio saling menatap sengit
"haiiissss kalian kenapa sih malah pada berantem terus pusing gue dengernya" ucap Jovan "gue juga pusing dan sangat amat pusing ngadepin mahluk model begini" "ck,lu ya..."vio berdecak sebal pada Ello "stooopppp oke,lu sabar dikit bos,dan lu vio lu boleh makan disini" "Joo.."protes Ello Jovan mengangkat tangannya pada Ello,vio sudah senang bukan main.
"tapi dengan satu syarat,lu harus ceritain semua tanpa ditutupi kenapa lu bisa semobil sama Ello" "oke" vio mengangguk mantap karena yang terpenting sekarang hanya mengisi perutnya
akhirnya dengan terpaksa Ello mengijinkan vio makan di mansion miliknya,vio sambil makan sambil bercerita semuanya tanpa ada yang ditutupi
beberapa menit berlalu mereka sudah menandaskan makanan itu
"agghhh kenyangnya..." vio mengelus perut "yaudah pulang lu sana" usir Ello "ishh gimana sih bang gue kan dah bilang tadi kalo gue kabur dari rumah,kalo gue balik Sekarang pasti mereka langsung nikahin gue,ogah gue" "itu masalah lu gue ga peduli" acuh Ello "please bang tolongin gue Napa,janji deh g bakalan merepotkan lu, tolongin gue ya,ya..." vio memelas
"ck,,tadi aja lu songong nya minta ampun sekarang lu mohon mohon sama gue" "sialan nih cowok ga bisa dilembutin" batin vio "gue tuh sebenernya harus gimana sih bang sama lu,gue songong lu ngamuk,gue lembut malah lu ejek,ga ngerti gue dah sama sikap lu" "cih lu ga usah ngertiin gue gue ga minta dimengerti sama lu"
vio dan Ello masih saja berdebat, sementara Jovan memijat pelipisnya dan Rio terus memperhatikan wajah cantik vio dengan senyum yang mengembang diwajah blasteran Jerman itu,sampai dering ponsel Ello berbunyi mereka baru berhenti berdebat,Ello mengangkat ponsel meninggalkan mereka semua
"bang please lah tolongin gue,gue janji deh bakalan bales jasa Abang Abang" "emang lu mau minta bantuan apa sih Vi dari kita" tanya Jovan,"gue cuma mau minta tolong ijinin gue tinggal sama lu bang,dirumah siapa aja deh rumah bang Jovan atau bang Rio yang penting Abang berdua ikhlas nolongin gue,gue ga mau balik kerumah gue ga mau dinikahi paksa apalagi nikah muda"
Jovan dan Rio saling tatap, "eummhh sorry Vi bukan nya ga mau nolong lu,tapi lu ga mungkin tinggal sama gue,gue anak kos soalnya" vio menghela nafas berat
"its ok cantik lu bisa tinggal dirumah gue,banyak kamar yang kosong ko tapi kalo lu mau satu kamar sama gue juga bisa banget" Rio terkekeh vio hanya memutar bola matanya "eummhh..o.." "lu tinggal sama gue" Ello yang datang langsung memotong ucapan vio,semua menatap Ello "kenapa?" "lu seriusan boss" "ell lu ga serius kan?" tanya Rio dan Jovan barengan "ck,kapan gue ga pernah serius" Ello balik menatap kedua sahabat nya