Ello membuka matanya yang pertama ia lihat adalah wajah cantik vio. ia pun tersenyum menatap lekat wajah itu"Cantik" batin Ello
"euurgghh.." vio melenguh dan memeluk Ello,Ello terkekeh, padahal semalaman mereka bertengkar hebat karena kejadian kepergok berciuman oleh ayuna, apalagi dengan status mereka yang hanya pacar pura-pura.
vio sampai membatasi tidur mereka dengan bantal dan guling tidak boleh melewati batas itu,tapi lihat sekarang vio sendiri yang menyingkirkan pembatas tersebut,bahkan sejak semalam vio terus memeluk Ello seperti guling,Ello dengan senang hati membalas pelukan vio.
"nyaman.." ello memeluk vio erat. Ello memejamkan mata menghirup wangi rambut dan tubuh vio.
"wangi lu bikin gue mabuk,sikap dan sifat lu bikin gue gemes" menatap wajah vio dan membelai lembut pipi mulus itu
"dan ini..." mengusap bibir vio dengan ibu jarinya "bibir ini bikin gue candu"
Cup..
Ello mengecup bibir vio dengan lembut dan hati hati, karena takut sang empunya bibir terbangun dan mengamuk lagi padanya.
"seperti nya gue mulai suka sama lu vi,tapi untuk cinta gue belum tau,dan gue berharap itu tidak akan pernah terjadi,karena untuk mencintai seorang cewek seperti lu..itu tidak mungkin, karena gue tau bukan satu dua pria aja yang ada dihidup lu,dan gue..sudah tidak bisa bermain main dengan cinta,gue bukan anak SMA yang masih ingin berpacaran putus nyambung,gue ingin serius dan pasti cewek itu bukan lu"
drtddd...drtddd..
ponsel Ello bergetar di atas nakas,Ello mengambil ponselnya dengan vio yang masih dalam pelukan Ello.
tanpa Ello sadari vio mendengar apa yang Ello katakan,vio sudah bangun saat ia melenguh tadi. tapi vio berpura-pura masih tidur
setelah berbicara pada seseorang diponsel nya,pelan pelan Ello melepaskan tangan vio yang masih memeluk pinggangnya. Ello membelai rambut dan mengecup dahi vio,lalu bergegas ke kamar mandi.
seketika air mata vio turun begitu saja,ia mengingat apa yang Ello katakan tadi
"kenapa gue nangis sih, kenapa rasanya sakit banget denger dia bilang gitu,astagaaa vi..ga ga lu ga boleh punya rasa sama dia,lu denger sendiri kan dia bilang apa,dia pastiin bukan lu orang yang bakalan dia cinta,sadar diri Vi" monolog vio sambil menghapus air matanya
"lu pasti bisa Vi, tinggal dua hari lagi dan semua akan selesai. lu kuat lu ga boleh pake hati Vi kaya biasa lu jalani dengan cowok cowok lain diluar sana"
tinggal dua hari lagi perjanjian mereka akan selesai dan semua akan kembali seperti semula,kembali saat vio dan Ello tidak saling mengenal
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
vio mendudukkan dirinya di sebuah mobil Lamborghini hitam milik Ello dengan ello mengemudi disebelah nya, mereka akan ke suatu tempat untuk pertemuan bisnis,karena Sandra lagi lagi menyuruh Ello mengajak vio. Ello dan vio hanya pasrah menurut
disepanjang perjalanan mereka saling diam tanpa ada yang mau memulai percakapan,Ello fokus mengemudi sedangkan vio fokus pada jalan disamping nya. sesekali Ello melirik vio yang masih memperhatikan jalanan
"ehem" Ello berdehem untuk memecahkan keheningan didalam mobil,tapi tidak ada respon apapun dari vio.
"lu sakit Vi?" tanya Ello sambil melirik vio,vio hanya menggeleng kan kepalanya tanpa menoleh ke arah Ello. "lu kenapa dah ko diem aja, biasanya juga lu marah marah ga jelas sama gue,tapi ini dari pagi lu diem aja,bikin gue merinding Vi" vio hanya diam tidak merespon
Ello berdecak dan menepikan mobilnya di pinggir jalan,dan itu sukses membuat atensi vio beralih menatap Ello
"kalo lu masih marah soal semalem,gue kan udah minta maaf, lagian kita udah sepakat untuk ga bahas soal ini lagi" lagi lagi vio hanya menatap Ello datar
"ayolah Vi Napa sih lu kaya gini,oke janji ko gue ga bakalan ngulangin hal kaya gitu lagi,gue semalem khilaf karena terbawa suasana,giyan lu juga yang mancing mancing gue,........." Ello terus aja bicara dan vio menatap datar wajah Ello tanpa mendengar apa yang Ello ucapkan lagi
"apa yang lu harepin dari cowok dewasa kaya dia Vi,dia cuma khilaf,dia udah biasa ngelakuin hal itu,bangun vio bangun, jadilah Violetta Jill guige yang biasa,yang dengan mudahnya menghempaskan rasa untuk cowok yang ga pantes buat lu" batin vio
"mending lu marah dan ngamuk sama gue deh daripada kaya gini bikin gue ngeri tau" Ello menyipitkan matanya
vio menarik nafas dalam-dalam lalu....
"aaaaaakkkhhhh..." vio berteriak dengan lantang didepan wajah Ello,Ello menutup kedua telinga dan matanya
"lu tuh ga bisa ya bang bikin gue tenang sedikit aja,gue lagi bad mood nih,dan lu malah makin ngehancurin mood gue,gue jadi laper sekarang beliin gue makanan pokoknya"
Ello hanya melongo melihat cewek aneh yang abis teriak teriak malah minta makan
~~~~~
"ko lu bawa gue kesini bang" "katanya lu laper ya gue ajak makan lah.." vio memicingkan matanya curiga "ck,ga usah ngeliatin gue kaya gitu" Ello mentoyor kepala vio
"ish.."vio berdesis menatap Ello dengan tajam
mereka berdua sedang berada disebuah cafe,Ello melambaikan tangan memanggil pelayan cafe
"gimana gue ga curiga kalau kalau lu amnesia tentang kejadian dulu di mansion lu bang" Ello terkekeh melihat tatapan vio
"temenin gue ketemu client sebentar,gue ada pertemuan bisnis sama yang punya nih cafe" vio langsung menatap Ello
"orange juice satu, tiramisu cake satu,lu pesen apa Vi" "gue..." "spaghetti bolognese dan jus strawberry" ucap seorang pelayan bername tag Arga. vio menoleh dan tersenyum manis kepada Arga "lu emang yang terbaik ar" Arga terkekeh
"udah lama ga kesini Vi" "hehe lagi sibuk gue" "sibuk apa? sibuk nyari tebengan lagi" goda Arga "hahahaha tau aja lu"
interaksi antara vio dan Arga yang sangat akrab tak luput dari pandangan Ello, entah kenapa ada yang salah dihati nya. ia tidak menyukai ini,ia tidak menyukai senyuman manis vio diberikan pada orang lain terlebih itu laki laki,tanpa sadar Ello mengeraskan rahangnya dan tangan nya pun mengepal
"kalo lu ga nemuin tebengan gue dengan senang hati Vi boncengin lu" ucap Arga dengan senyum manisnya dan menular ke vio "oo.."
"ehem..!" Ello berdehem memotong ucapan vio. "kamu disini mau melayani customer atau menggoda customer,siapa manager kamu saya akan bicara dengan beliau kalau karyawan nya tidak becus bekerja"
vio langsung membelalakkan mata menatap Ello,vio jadi tidak enak dengan Arga,vio langsung menendang kaki Ello
"awh.." "jangan dengerin dia Ar,dia emang rada stres" "Vi..!" seru Ello menatap tajam vio "yaudah Ar nanti lain waktu kita lanjut lagi ngobrol nya, sekarang lu cepet ke belakang deh bikinin pesenan orang ini kayak nya dia udah kelaperan,gue takutnya nih meja bakalan di makan sama dia" Arga terkekeh dan pergi ke belakang
Ello langsung melayang kan tatapan mematikan pada vio,vio sih cuek aja
"cih bagus ya lu berani ngomong begitu,gue jamin pacar lu si ar Ar itu ga bakalan lama kerja disini"
vio menatap tajam Ello "ga usah mematikan rezeki orang,dia punya keluarga yang harus dinafkahi,ga kaya lu yang serba kecukupan bang"
"astagaaa lu jadi pelakor Vi,waaah parah lu" vio mengernyit bingung "apaan dah,,gaje" "gila ya lu,cowok banyak diluar sana yang single, lu malah macarin suami orang,parah...tampang cakep buat apa Vi"
"cieee ngaku kalo gue cakep,cieee.." Ello hanya berdecak sebal
"permisi mas pesanan nya.." Arga kembali dengan membawa makanan yang dipesan vio dan Ello
"thanks Arga.." vio tersenyum manis "sama sama Vi" Arga menatap kagum vio
vio dengan balutan dress selutut nya warna hitam dengan lengan panjang yang pas body,sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih, terlihat sederhana tapi anggun dan cantik
"ehem..saya tidak suka makan dengan orang yang tidak saya kenal" Arga yang sadar diri dia langsung mengundurkan diri berpamitan dengan vio
"kalo sama orang yang ga dikenal ga usah bossy" ucap vio sambik memakan spaghetti nya,Ello hanya cuek
"permisi..maaf saya terlambat"seseorang duduk di kursi disamping Ello dan vio
"Violetta Jill guige.."
Uhuk uhuk uhuk....