empat kampret

1266 Kata
"permisi...maaf saya terlambat" seseorang duduk di kursi disamping Ello dan vio "Violetta Jill guige.." orang itu menatap minat pada vio yang berada disebelah nya Uhuk uhuk uhuk.... vio tersedak melihat siapa yang ada didepan matanya sekarang Richard markes,Kaka dari Raihan markes sahabat dekat vio.yang dulu punya pengalaman buruk di kehidupan vio "hey pelan pelan.." Richard memberikan minuman pada vio,vio menerima nya tanpa sungkan "apalagi ini, astaga.. sebenarnya gimana sih kehidupan lu sama cowok cowok diluar sana Vi" batin Ello sambil menatap interaksi Mr Richard dan vio "makasih bang.." vio buru buru menyeruput minumannya. "dia bilang Mr Richard Abang,setau gue vio anak tunggal ga punya Abang,ck pasti Abang abangan" batin Ello Mr. Richard tersenyum menatap lekat vio vio yang ditatap seperti itu sedikit bergidik ngeri "mas abis ini langsung pulang kan?" vio memegang tangan Ello yang ada di atas meja,Ello menatap vio dengan bingung,dan dengan sengaja vio menendang kecil kaki Ello dibawah meja agar Ello tersadar maksud ucapan vio. Ello membesarkan pupil matanya pada vio "aku lelah mas pengen istirahat" rengek vio dengan manja,Ello terkekeh gemas melihat ekspresi vio "iya sayang..habis ini kita pulang sabar ya" mengusap lembut punggung tangan vio Mr Richard menaikkan alisnya sebelah, menatap interaksi Ello dengan vio. "oh iya Mr Richard perkenalkan Dia Violetta kekasih saya,sayang ini client aku Mr. Richard" Ello melempar kan senyum terbaiknya pada vio "Hay bang.." "Hay Vi,,waah.. seriously??,,kamu kekasih Mr. Ello,aku keduluan dong ya" Mr. Richard terkekeh "bagaimana kabar kamu" "sangat baik bang.." "aku sudah menebak kalau kamu pasti nyari seorang pengusaha bukan anak SMA,right?" vio hanya tersenyum kecil "kalian sudah saling kenal?"tanya Ello "ah maaf Mr Ello,ya kita saling kenal,siapa didunia bisnis yang tidak kenal dengan putri tunggal Mr Andrew Jill guige" menggerling nakal ke arah vio, vio memutar bola matanya malas Ello mengepalkan tangannya tidak suka dengan tatapan Mr Richard sedari tadi "Danis.." panggil Ello pada sekretaris nya yang berada dimeja berbeda dengan Ello dan vio Dengan sigap Danis memberikan sebuah map dan menjelaskan nya pada Mr Richard,tapi tatapan Mr Richard masih ke arah vio "jadi seperti apa yang sekretaris saya jelaskan Mr Richard....." Ello sengaja mengalihkan perhatian Mr Richard dari vio,dan itu sukses membuat Mr Richard mengalihkan atensinya ke arah Ello dan mereka berbicara mengenai bisnis nya vio yang mulai gabut hanya bisa memainkan ponselnya "mas aku ke toilet bentar ya" ucap vio menginterupsi "iya sayang mau mas antar?" vio tersenyum manis "engga usah,mas lanjutin aja ngobrol nya" Ello mengangguk "hati hati sayang" vio tersenyum dan pergi "Mr Ello sesayang itu dengan vio" "ya sangat sayang" Mr Richard terkekeh "saya kalau ada diposisi Mr Ello juga pasti akan seperti itu" Ello menatap Mr Richard "semua laki laki sangat penasaran dengan putri tunggal Mr Andrew,dia memang sering menemani kami kolega papihnya makan siang,tapi anda tau Mr Ello,tidak ada diantara kami pengusaha muda sukses yang membuat sebuah ikatan resmi dengan nya,well kami terkadang membuat taruhan siapa yang berhasil mengencani nya akan diberikan saham 30% di perusahaan" Mr Richard terkekeh berbeda dengan Ello yang sudah menatap tajam Mr Richard "oh sorry Mr Ello saya tidak bermaksud apa-apa hanya kagum dengan anda bisa menaklukkan seorang wanita seperti nona Jill guige" Ello hanya menanggapi dengan senyum kecilnya ~~~~~ vio sedang bercermin diwestafel membenarkan sedikit riasan nya,, "kenapa gue masih rada takut sih ketemu sama abangnya Rai,ish...bener bener sial, mending gue Bobo cantik di rumah tau gini,eh tunggu kalo gue ketemu bang rich bisa bisa gue ketemu Rai juga dong,astagaaa jangan sampe deh...." vio keluar dari toilet dan... bruggghhh.. "awh..." "sorry gue ga liat" seorang pria mengulurkan tangannya membantu vio untuk bangun karena tidak sengaja tertabrak sampai jatuh terduduk dilantai didepan toilet "iya ga apa-aa.." vio mendongak menyambut tangan pria didepan nya, seketika pupil mata nya membesar "babe... astagaaa.." pria itu langsung menarik tangan vio dan memeluk nya erat,vio hanya mengerjapkan mata "ini beneran kamu kan beb,hmm.." menangkup kedua Pipi vio, "oh God thank you thank you so much" mengecup kepala vio bertubi-tubi kejadian itu tak luput dari perhatian Ello,Ello yang hawatir karena vio yang tak kunjung kembali menyusul vio ke toilet takut terjadi hal yang tidak diinginkan,tapi sesampainya di toilet Ello terpaku melihat pemandangan didepannya Ello mengeras kan rahangnya,buku buku jarinya memutih karena terkepal erat,amarah sudah memuncak,ia ingin menghampirinya tapi... "al lu lammm....Vi..!!" ucap seorang pria menghampiri vio "Vi....!!" teriak dua orang pria lagi "astagaaa bukan cuma Rai yang ada disini, Marvel Leo dan Alvin juga,bunuh aja gue..." batin vio "Vi astaga ini beneran lu curut,,minggir Al gue juga kangen sama nih curut" Raihan langsung menarik Alvin dan memeluk vio "lu kemana aja sih kita cariin bego.." ucap Raihan "aiishh gue juga kangen kali sama marimar,gantian nyuk.." Marvel menarik Raihan "ck, apaan sih..." "lu kalo kabur bilang bilang kita napa, pusing nih nyari lu Ampe ke gorong gorong kaga ketemu" Marvel sambil memeluk vio,vio masih bengong "gue juga mau peluk dong..."ucap leo langsung memeluk vio dan Marvel "lah gue juga ikutan dah.." Raihan langsung memeluk mereka "heh gue pacar nya loh..."ucap alvin "ga denger gue" "ga peduli" "kaya ada yang ngomong" "ck, sialan.."Alvin memberengut "ini apaan sih...gue sesek begooo" ucap vio yang sudah mulai sadar pada situasi,tapi Marvel leo dan Raihan masih memeluk nya erat "udah lepas woy,jijik gue..pada kaya Teletubbies lu pada,lepas..anjiirrr" vio berontak "lepas itu,cewe gue ga bisa nafas" Alvin menarik Leo Marvel dan Raihan "kamu ga apa-apa beb" Alvin memeriksa tubuh vio "ck apaan sih Al udah kaya di apa apain aja cewek lu,inget dia juga sahabat kita,vio hanya menggeleng kan kepalanya ~~~~~ vio Marvel leo Raihan dan Alvin duduk di meja cafe yang kosong, mereka memaksa vio untuk menjelaskan semuanya Marvel leo Raihan dan Alvin adalah sahabat dekat vio mereka satu sekolah dan satu Genk, Alvin sahabat sekaligus pacar vio,sudah dua tahun vio menjalin hubungan dengan Alvin dengan putus nyambung nya. "lu kenapa kabur sih curut??" tanya Raihan "pengen kabur aja bosen dirumah" "hahahaha ogeb, ga percaya gue"Leo menatap vio "ck,ga usah percaya sama gue musyrik" "pulang marimar kasian bokap lu kelimpungan nyariin,Ampe ke sekolah juga" "cih,diam kau ferguso,anda tidak tau apa-apa" Marvel terkekeh "eh nyet lu udah satu Minggu ga masuk sekolah,di DO tau rasa lu"ucap leo "hellloooww mana berani sekolah DO anak donatur" "songong...!!!" ke 4 pria tampan itu kompak mengacak-acak rambut vio "yaaakk,,rambut gue berantakan,jerk..!" "hahahaha..." "udah lama ga pegang rambut iklan sampo lu nyet" "anjiirrr.... mimpi apa gue semalem ketemu empat kampret ini Tuhan" vio mendramatisir sambil menatap ke atas "sudah babe..sini aku rapihin" Alvin merapihkan rambut vio dengan sayang, "ck bucin.." "kalo kamu kabur masalah perjodohan itu,biar aku bilang papih mamih aku yang mau nikahin kamu" mereka semua terbelalak Ello yang tadi mengikuti mereka pun ikut memanas, "sudah cukup..." monolog Ello yang duduk dibelakang vio "eh bego lu masih sekolah Matthew,mau lu kasih makan apa si Curut satu ini,lu lupa kalo makan dia banyak,malah lagi marah marah aja dia masih bisa minta makan" "gue bakalan minta bokap buat kerja abis lulus sekolah" semua saling pandang "sayang.. ternyata kamu disini"ucap Ello yang sudah berada disebelah vio,semua orang dimeja itu menatap Ello ."aku cariin kamu dari tadi,tapi kamu malah asik asikan disini,ayok pulang.." Ello menarik tangan vio yang sedang bengong sampai vio berdiri dan menubruk d**a bidang Ello "bang jangan kasar sama cewek"ucap alvin Alvin dkk ikut berdiri "urusan anda apa" jawab Ello dengan menatap remeh alvin,vio hanya memejamkan matanya "jelas itu jadi urusan gue, karena dia cewe gue" "cih baru cewek lu kan,tapi dia tunangan gue" semua orang terbelalak begitu pun dengan vio yang langsung menatap Ello "jangan pernah bermimpi nikahin tunangan gue" Ello langsung menarik paksa tangan vio untuk pergi, Alvin menatap vio dengan tatapan ta terbaca "nanti aku jelasin Al.." ucap vio saat berlalu dihadapan Alvin "Vi Senin ujian..!"teriak Raihan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN