di abaikan

817 Kata
Braaaakkkk...! pintu kamar dibanting Ello dengan kasar "astagaaa.." seisi mansion memegang d**a, Sandra menghampiri vio "sayang ada apa? kalian bertengkar?" "engga mah,vio juga ga ngerti kenapa,mas Ello diem aja dari tadi" "apa tadi pertemuan bisnis sama client nya tidak sesuai kemauan ello?" "kalau itu vio kurang tau mah" "hmmm.." " vio nyusul mas Ello dulu ya mah" Sandra mengangguk tok tok tok tok "gue masuk ya bang" vio memasuki kamar Ello, Ello sedang berdiri di balkon sambil menyesap nikotin "lu kenapa sih bang,lu bikin gue takut" Ello hanya diam tidak menanggapi apa yang vio ucap kan, hanya terus menyesap nikotin nya. "err...bang boleh ga besok Senin gue sekolah" Ello menoleh ke arah vio dengan tajam, "lagian perjanjian ini cuma seminggu kan dan besok udah hari terakhir bang" Ello terkekeh "lu mau kesekolah mau jelasin ini semua ke pacar lu?" "eh.." "apa yang lu harepin dari bocah SMA kaya gitu Vi" vio hanya menggaruk pelipis nya bingung "lu...lu bener bener bikin gue kacau Violetta"berlalu meninggalkan vio ~~~~~~ " Vi,Ello belum bangun?" tanya Sandra, mereka sedang sarapan di meja makan. "eumhhh...mah,mas Ello semaleman g pulang" Ting,, mereka semua berbarengan meletakkan sendok dan menatap vio "Ello kemana Vi?"tanya Josh papahnya Ello, vio menunduk dan menggeleng lemah "apa kalian berantem?" lagi lagi vio hanya menggeleng "astagaaa vio sayang.. ga apa-apa kamu jujur aja mamah ga akan marah" "vio ga tau mah,,hiks.." vio akhirnya terisak tidak bisa menahan air mata nya lagi setelah semalaman ia pendam "sayang...ko kamu nangis, sebenarnya ada apa" Sandra langsung menghampiri vio dan mengusap lembut punggung vio,vio malah makin menangis ~~~~ setelah tenang vio lalu menceritakan semuanya,tapi tidak dengan perjanjian yang telah mereka buat. sekarang vio dan lainnya sedang berada di ruang keluarga "sudah sayang tidak apa-apa,Ello mungkin hanya butuh sendiri" Sandra membelai rambut vio dengan sayang "lagian lu punya pacar banyak banget sih Vi" "mbaaakk..." Josh menatap tajam ayuna,ayuna hanya mengangkat bahu "aku cuma ga bisa nolak mereka mba,aku ga bisa nyakitin mereka" "hey,,ga bisa nyakitin tapi sekarang apa !" jawab ayuna dengan ketus "hiks hiks.." vio terisak kembali,Sandra sudah menatap tajam ayuna "sayang kita liat attha yuk takut dia bangun" Abi mencoba mengajak ayuna agar tidak semakin gencar memojokkan vio. untungnya ayuna langsung menurut mengikuti sang suami melihat putra mereka ~~~~ "mah...aku sayang mamah" tiba tiba vio mengucapkan kata itu. Sandra tersenyum lembut "mamah juga sayang kamu" "maahh.. kalau Vio udah ga sama mas Ello, mamah masih sayang ga sama vio" "ko ngomong gitu?" "feeling aja sih mah" "sayang dengar,mamah udah sayang sama kamu,mamah ga mau menantu yang lain,cuma kamu TITIK" vio terkekeh dan Josh hanya geleng-geleng kepala "apa mamah masih punya satu anak cowok lagi mah,biar aku nikah sama dia aja" "kamu itu,, memang kamu udah ga cinta sama Ello" hening... "cinta??? buat apa gue cinta sama pria yang ga akan pernah memilih gue sampai kapan pun" batin vio miris Josh memperhatikan tatapan kosong vio lewat kaca mata baca nya "yasudah kamu istirahat dulu gih,tenangin pikiran kamu dulu" "mah...vio mau pulang" Josh dan Sandra kaget, mereka sudah tau dari Ello jika vio sedang kabur dari rumah. "kamu yakin sayang" vio mengangguk "Senin vio udah ujian mah pah,vio mau belajar biar lulus" vio tersenyum menampilkan gigi putih rapihnya, Sandra dan Josh saling berpandangan "yaudah mamah suport yang terbaik buat kamu sayang,tapi kamu tunggu Ello ya", vio mengangguk patuh ~~~~ pukul 3sore Ello pulang dengan tergesa-gesa sampai berlari kecil menuju kamar pribadinya, mengabaikan semua penghuni mansion yang menatap ia dengan raut yang tak terbaca,vio langsung mengikuti langkah Ello "akhirnya lu pulang juga bang" Ello tidak memperdulikan ucapan vio,ia sedang memasukan bajunya ke koper. "lu mau kemana bang,ko packing??" Ello masih tidak memperdulikan vio "lu tuh sebenernya kenapa sih bang,kenapa lu diemin gue,kalo gue salah,ngomong dong.. jelasin ke gue salah gue dimana,jangan kaya gini kaya anak kecil tau ga" sambil menarik tangan Ello "hufh..."Ello membuang nafas dengan kasar "lu ga salah apa apa,dari awal kita Emang ga ada hubungan apa-apa,jadi ga ada penjelasan apapun" tegas Ello "aaahh..ingat perjanjian kita,ga boleh ikut campur urusan masing-masing,dan hari ini perjanjian itu berakhir. kita balik lagi ke awal,saat kita sama sekali ga saling mengenal. lu dan gue adalah orang asing" vio menggigit bibirnya agar tidak menangis, ucapan Ello begitu menyakiti hatinya. vio sadar ia sudah terbiasa dengan perhatian dan kasih sayang Ello walaupun hanya didepan keluarga nya,vio akui ia mulai nyaman berada di keluarga Abraham, apalagi berada didekat ello "oke.." hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir vio Ello menarik kopernya berlalu begitu saja melewati vio yang sedang menunduk. sesaat Ello menghentikan langkahnya di ambang pintu "kalo lu masih mau tinggal disini gue ga akan ngelarang" setelah mengucapkan kata-kata itu Ello langsung pergi entah kemana ~~~~ ini nomor mamah sayang" Sandra memberikan kartu namanya " nanti main ke mansion utama ya sayang ga apa-apa ga sama Ello juga,kamu sudah mamah anggap anak kami "i Miss you mom" vio mengecup pipi Sandra ~~~~~~ vio menatap nanar mansion megah dengan dua lantai itu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN