mengejar kamu

867 Kata
dug dug dug.. vio menggoyang kan kunci gerbang mansion megah dihadapannya,security langsung membuka gerbang tersebut. "ya Tuhan,nona.." vio hanya tersenyum tipis dan berjalan ke dalam, melewati para bodyguard yang membungkukkan badan menghormatinya. vio berlalu begitu saja tanpa menghiraukan mereka. "sayaaaaang..ya ampun akhirnya kamu pulang juga" Veronica langsung merengkuh tubuh vio "kamu ga apa-apa kan,kamu baik-baik aja kan sayang" "vio ga apa-apa mih,vio baik" "maaf sayang maafkan mamih sama papih" Veronica memeluk erat vio,vio hanya tersenyum tipis ~~~~ "aaahh... nyamannya.." vio merebahkan tubuhnya di ranjang Queen size miliknya "anak gadis mandi dulu baru rebahan" Veronica masuk kamar vio dengan membawa secangkir s**u hangat ditangannya. "sebentar aja mih,vio kangen kasur ini" menggerakkan tangan dan kakinya seperti kupu-kupu Veronica terkekeh melihat tingkah anak semata wayangnya "bangun dulu sayang di minum susunya mumpung masih anget" vio menurut dan langsung meminum s**u yang diberikan oleh Veronica,tak terasa air matanya jatuh begitu saja,vio langsung menghapus nya Veronica tersenyum lembut membelai rambut vio "jangan menangis sayang, maafin mamih sama papih ya..,mamih janji mamih ga akan terlalu sibuk lagi dengan urusan pekerjaan,mamih janji akan menomorsatukan kamu sayang" vio langsung memeluk erat Veronica, Veronica mengecup pucuk kepala vio "vio sayang sama mamih,vio kangen mamih" "oh..jadi cuma sayang dan kangen sama mamih aja papihnya enggak" "papih..." vio merentangkan kedua tangannya, Andrew dan Veronica terkekeh, Andrew langsung memeluk erat anak semata wayangnya "vio juga kangen dan sayang sama papih,maafin vio mih,pih vio udah jadi anak yang nakal" "sttttsss enggak sayang kamu tetap jadi anak kebanggaan mamih" "tentunya kebanggaan papih juga dong" mereka terkekeh.. "thanks God semoga ini bukan mimpi dan semoga selamanya akan seperti ini" batin vio mulai hari ini keluarga vio terlihat harmonis dan hangat, sesuai apa yang ia harapkan, Veronica pun mulai membatasi kesibukan nya sementara Andrew membatasi pekerjaan yang mengharuskan ia pergi keluar negeri. ******** seorang pria tampan dengan penampilan kacau nya, rambut berantakan tapi malah terlihat begitu sexy dan hot, sedang duduk di atas kursi kebesarannya. menyenderkan kepala menatap langit-langit ruangan yang ia tempati. ia mengacak-acak rambut nya frustasi,masih teringat jelas kejadian seminggu yang lalu di kantor JG group Flashback ON "vio ga seperti apa yang om pikirkan,vio adalah gadis yang baik dia hanya ingin mendapatkan perhatian dari kedua orang tua nya" "vio bergonta-ganti pasangan hanya sekedar antar jemput jalan om tidak lebih"ucap ello dengan mantap "jadi kamu percaya?"tanya Andrew dengan menatap Ello lekat "saya sangat percaya,saya melihat jika mata vio tidak berbohong,yang ada hanya kehampaan dan kekosongan om" "seyakin itu?" Ello hanya mengangguk "lalu bagaimana pacaran kalian berdua" Ello menegang mendengar ucapan Andrew darimana Andrew tahu jika ia dan vio berpacaran atau lebih tepatnya berpura-pura pacaran. Andrew terkekeh melihat reaksi yang diberikan Ello "ga usah kaget gitu,kamu tau sendiri permainan orang orang seperti kita itu bagaimana" Andrew menyunggingkan senyum Ello menelan Saliva dengan susah "emmmhh... pacaran saya sehat ko om seperti orang orang berpacaran pada umumnya" Andrew menaikkan alisnya sebelah "saya tidak tau pacaran sehat seperti apa, apalagi pacaran anak muda jaman sekarang" "saya menjaga vio om bukan merusak nya" "seyakin itu?? bagaimana bisa menjaga jika kamu satu rumah dengannya, sepasang kekasih tinggal satu atap,right?" "demi Tuhan om,saya menjaga vio tidak merusaknya" "heuummmh..." "percayalah pada vio om,vio melakukan itu hanya ingin mendapatkan perhatian om. dan,er.....maaf jika saya lancang,bisa om batalkan perjodohan nya vio" Andrew mengernyit menatap Ello. "sekali lagi maaf kalau Ello sudah lancang ikut campur dalam urusan keluarga om,tapi vio memberi tahu saya jika ia tidak mau menikah muda,vio masih ingin sekolah om" "apa kamu mau menikahi anak saya" Ello terlonjak kaget mendengar ucapan Andrew, Andrew hanya terkekeh melihat respon Ello. "eummm..itu,er...vio masih sekolah om,vio masih sangat muda untuk menjadi seorang istri" "jadi kamu hanya akan memacari anak saya tidak akan menikahi nya?" tanya Andrew menyelidik "eh,bu-bukan begitu om" Ello mendadak gugup menggaruk pelipis nya bingung "ok,sudah cukup. saya akan batalkan perjodohan ini" mata Ello langsung berbinar senyum pun mengembang di wajah tampan nya "seperti nya kamu sangat senang" "ah..i-iya om saya senang karena akhirnya apa yang vio inginkan tercapai" Andrew hanya mengangguk nganggukan kepalanya "terimakasih om, terimakasih karena sudah menyanggupi kemauan vio,dan terimakasih untuk waktunya om" Ello membungkukkan setengah badannya "tapi apa kamu yakin agar saya membatalkan perjodohan ini?" Ello langsung mengangguk mantap "bagaimana kalau laki laki yang akan dijodohkan dengan anak saya adalah kamu, Grafiello Abraham?" Ello langsung membeku Flashback off Ello mengacak rambut frustasi, setumpuk dokumen di mejanya sama sekali tidak tersentuh. "bener bener double sial" Ello mengumpat dan merutuki dirinya sendiri sudah hampir satu minggu Ello tidak mendengar kabar dari vio. Ello yang terus memikirkan tentang apa yang ia rasakan terhadap vio,ditinggal oleh vio ia merasa ada sesuatu yang hilang dari jiwanya. saat Ello pulang beberapa hari lalu mansion nya sudah kosong. baju baju dilemari vio masih ada,tapi tidak dengan baju yang pertama kali vio gunakan. Ello melihat ATM card, ponsel serta surat di atas nakas. maaf bang gue ga pamit sama lu, tadi nya gue mo kasih semua yang udah lu kasih ke gue langsung ke lu,tapi lu bilang kita udah berakhir,kita harus kembali ke awal saat kita adalah orang asing yang saling ga kenal tapi gue mau ngucapin terimakasih buat satu Minggu ini, terimakasih lu udah perhatian sama gue bang walaupun hanya didepan keluarga lu tapi itu berarti banget buat gue yang haus kasih sayang hehehe terimakasih juga udah membawa masuk gue kedalam keluarga lu bang,disini gue mengerti arti nya sebuah keluarga,gue pasti akan merindukan ini semua vio "oy,Ampe kapan lu sekacau ini bos" Jovan masuk dan langsung mendaratkan bokongnya disofa tamu. "lu kalau masuk ke ruangan orang bisa ga ketok pintu dulu" Ello menatap tajam Jovan. "aiisshh..itu pintu ibarat kan manusia dia udah ngejerit dari tadi gue gedor gedor Mulu Ello memejamkan mata nya "ck, udah sih kalau lu suka, kalau lu cinta kejar ell,jangan stuck disini" Ello tersenyum sinis "ga usah gengsi lah buat bilang cinta,diembat orang kalap lu" Ello menghela nafas lelah "dia aja ga mau nikah sama gue Jo" Ello menyugar rambut kebelakang "emang lu udah lamar dia,belum kan?" Ello terdiam "disini hanya keluarga lu, keluarga vio dan lu yang tau.kalau cowok yang mau dijodohkan dengan vio itu elu. mungkin aja kalau Vio tau yang mau dijodohkan itu lu dia langsung bilang yes, karena gue rasa vio juga punya perasaan yang sama kaya lu" Ello menatap Jovan Ello sudah mengetahui jika pria yang akan dijodohkan dengan vio adalah dirinya. Sandra sudah menceritakan semua setelah Ello minta penjelasan karena mendapatkan pertanyaan dari Andrew "ck,ga semudah itu jo,vio sudah punya pacar" "yaelah ell..c'mon man,baru pacar, boyfriend bukan husband. you know that,jangan menyerah sebelum bertarung lah...masa ga kaya lu semangat menangin tender, bersaing sama pengusaha sukses lain diluar sana. giliran urusan vio lu udah ciut sama bocah SMA,you loser man" "sialan..!" geram Ello Jovan terkekeh Ello sudah tersulut emosi "sekedar info,hari ini terakhir ujian boss,jangan sampai lu kalah star sama bocah ingusan" "berengsek..!" Ello langsung menyambar kunci mobil dan ponselnya bergegas keluar kantor "kelarin kerjaan gue sampe beres"ucap ello ditengah pintu "woy naekin gaji gue boss...!" teriak Jovan, Ello hanya melambaikan tangan tanpa menoleh dan langsung menaiki lift
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN