Ello melajukan mobilnya kesebuah sekolah menengah atas,sebelum sampai di sekolah merah putih,Ello melihat anak-anak SMA konpoy memakai motor,ia memperhatikan satu persatu wajah mereka yang memancarkan kebahagiaan.
Ello menyunggingkan senyum teringat masa putih abu-abu nya dulu sama persis seperti mereka
deg
senyuman Ello memudar seketika saat ia melihat wajah yang familiar. wajah yang membuat hidupnya kacau belakangan ini, berganti dengan jantung nya yang berdegup kencang.
wanita itu tengah tersenyum manis Diatas motor sport berwarna biru, dengan rok abu-abu sebatas paha, menampilkan paha mulusnya yang terekspos jelas dapat dinikmati siapapun yang melihatnya.tak lupa kedua tangan yang melingkar erat diperut si pria yang membawa motor.
rahang Ello mengeras,ia memegang stir dengan kuat. Ello ingin sekali keluar dari mobil dan menarik paksa sang wanita yang sudah benar-benar membuat hidupnya kacau. lampu lalulintas masih merah,tapi lampu diseberang jalan sudah hijau tepat anak-anak SMA konpoy mereka langsung berlalu
"shit...!"
Ello mengumpat dan memukul stir kemudinya membuka dasi dan kancing kemeja teratasnya yang terasa mencekik dileher. ia merutuki lampu merah yang belum berganti hijau.setelah berganti hijau Ello langsung tancap gas mengejar anak-anak SMA yang konpoy
*****
Anyer beach
"aaaakkkkkkhhhhh..... akhirnya ujian end...!!!" vio berteriak dipinggir pantai "seneng amat neng,biar cepet dikawinin ya lu" Raihan menghampiri vio sambil terkekeh
"emang gua sapi dikawinin,lagian ngapain lu nanya kawin kawin,udah ngebet juga mau ngawinin angel?"
"anjiiir...jangan bawa bawa angel,Curut..!" vio memiringkan kepalanya menatap Raihan menyelidik "sensi amat bang,sudah jatuh ya sama pesona angel" goda vio
"jijik tau ga Curut" mentoyor kepala vio "untung aja angel ga ikutan konpoy Rai,bisa abis lu dikekepin terus ntar.."ucap leo
hahahaha
mereka semua tertawa,angel memang segitu tergila-gila nya dengan sahabat vio itu,jika bertemu Raihan pasti ia akan menempel terus seperti ulat bulu
"puas puasin lu pada tertawa" Raihan berdecak sebal
mereka semua makin terbahak setelah berhasil membuat Raihan menggerutu.mereka bersenang-senang ditepi pantai, bermain air, bersenandung riang memperingati hari berakhir nya ujian yang menguras otak mereka
"mau kuliah dimana beb" Alvin mengelus lembut rambut vio "rencana ke UI kalo diterima hehehe,kamu?" "aku juga ke UI ikut kamu" "lah...ko" " babe..kamu tau kan dari kelas 11 aku selalu ingin dekat kamu,aku ga mau jauh dari kamu" Alvin menggenggam tangan vio menatap nya lekat,vio hanya tersenyum menanggapi
Alvin memang sudah mengejar ngejar vio dari kelas 11,tapi vio menerima Alvin saat mereka kelas 12. vio berpacaran dengan Alvin tidak serius seperti dengan cowok lain yang mengejar ia
bedanya vio dan Alvin terlibat dari ruang lingkup bernama persahabatan,jadi sekuat apapun vio ingin mengakhiri status nya dengan Alvin,itu tidak mudah
"walaupun kamu sering hianatin aku,aku tau kamu pasti kembali ke aku. babe...aku serius sama kamu"
vio memang seorang Players tapi tak berpengaruh terhadap perasaan Alvin. Alvin menerima vio yang seperti itu,mungkin ini yang dinamakan cinta buta
berapa kali pun Alvin dihianati ia akan tetap sabar dan selalu mencintai vio,dan berapa kali pun vio jalan dengan pria lain setelah itu pasti akan kembali pada Alvin.
cup
Alvin mengecup kening vio dalam " i love you"
"sialan,berani beraninya lu sentuh tunangan gue, b*****t" geram ello
Ello sedang bersembunyi memperhatikan vio,ia menunggu waktu yang tepat untuk mulai rencana nya
vio tersenyum menanggapi ucapan Alvin
"Al aku ke toilet bentar ya" "aku antar ya.." "ga usah aku bisa sendiri,kamu disini aja sama yang lain" Alvin pun mengangguk
vio pun pergi ke toilet
Alvin dengan sejuta kesabaran nya membuat Vio merasa bosan,vio belum ada rasa bergetar di dadanya untuk Alvin,setiap kali Alvin mengutarakan perasaannya vio pasti langsung menghindar.
setelah selesai vio keluar dari toilet langsung dibekap oleh seseorang.
"emmmbbbhhh.. emmmbbbhhh.." vio berontak,tapi tidak berpengaruh apapun pada orang itu. vio langsung dimasukkan kedalam mobil Ferrari hitam
"woy buka bangsat.." vio mencoba membuka pintu mobil tapi terkunci, seseorang masuk dan duduk di kursi kemudi. "tunggu,,wangi ini.."batin vio
vio langsung menoleh melihat pria disebelah nya, pria galak jutek tapi ngangenin,pria tampan mapan dan hot pasti nya.
"bang Ello ??"
Ello menjalankan mobilnya "masih ingat sama gue" dengan senyum smirk nya tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan.
vio mengerjapkan mata
"bang ini apaan sih,ga lucu tau ga,pake drama drama begini segala" Ello hanya diam tanpa ekspresi
"lu mau ngapain sih bang,gue mau dibawa kemana deh,gue mau balik ke pantai pokoknya,gue mau balik ke tempat temen temen gue tadi. pasti mereka panik nyariin gue"
"plis bawa gue balik bang, gue ga mau tau TITIK" Ello langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan,menatap vio intens,vio yang ditatap begitu jadi ketakutan
"jangan harap gue bawa lu lagi kesana untuk mesra mesraan dengan bocah ingusan itu" vio mengernyit
"sudah cukup buat gue melihat interaksi lu sama dia tadi, Sudah cukup buat gue nahan rasa ini,sudah cukup seminggu ini lu bikin hidup gue kacau.gue ga akan pernah lagi ngelepasin lu"
glek
vio menelan Saliva susah payah melihat mata Ello.
"b-bang,elu.." "gue ga akan pernah ngelepasin lu Violetta Jill guige,lu harus tanggung jawab sama perasaan gue" "eh,,m-maksud lu a-apa bang" "i love you Violetta Jill guige"
vio terbelalak dan secepat kilat bibir tipis nya sudah dilumat rakus oleh Ello. Ello menumpahkan semua rasa yang ia pendam seminggu ini,Ello menekan tengkuk vio memperdalam ciumannya.
vio yang sudah terhipnotis oleh permainan bibir Ello pun mengalungkan kedua tangannya ke leher Ello dan membalas ciuman itu.
Ello tersenyum disela sela ciumannya, ia melembutkan ciumannya di bibir vio sampai vio terlena,Ello menggigit bibir itu agar terbuka
"aah.." pekik vio dan langsung membuka mulutnya
lidah Ello dengan leluasa menerobos masuk kedalam mulut vio, tanpa melepaskan ciumannya Ello membawa vio ke atas pangkuannya.
tangan Ello sudah memeluk pinggang vio merapat dengan nya. mereka berciuman dengan sangat panas tanpa ada jarak.
"ah.."
vio mendesah saat bibir Ello menghisap lehernya. ia mendongak memberikan akses untuk Ello mengeksplor leher jenjangnya,Ello menjilat dan mengecup sensual leher vio.
vio mencengkeram kemeja Ello
"ma_ashh,,cu-kup" ucap vio dengan terengah-engah
Ello melepaskan bibirnya dari leher vio, menyatukan kening keduanya. d**a Ello dan vio naik turun meraup oksigen banyak banyak.
"sorry aku lepas kendali"
"i Miss you and i love you Violetta Jill guige" menatap vio intens
"kamu ga mau menjawabnya?" vio balas menatap Ello,Ello menghela nafas lelah. "aku lupa kamu punya pacar bocah SMA itu" tersenyum sinis "tapi harus kamu tau,aku tidak akan pernah melepas kamu, Violetta" memeluk vio dengan erat