rekan bisnis atau kekasih

820 Kata
Ello tertawa geli,ia sudah tau pasti reaksi vio akan begini. "mas kamu gila.." Ello mengangkat bahu acuh "sudah ke gep mau gimana lagi" "astagaaa..,,aakkk...aku bener bener malu sama mamah" menutup wajah dengan kedua tangannya Ello membuka kedua tangan vio yang menutupi wajahnya cup Ello mengecup lembut bibir vio,membawa vio duduk di atas pangkuannya di ruang makan "sudah ga apa-apa sayang"merapihkan rambut vio "kamu ga usah mikir macem macem ya,mamah tuh udah sayang banget sama kamu. malah mamah bilang sama aku kalau yang tidur tadi bukan kamu mungkin udah mamah seret keluar" vio mendelik tajam ke arah Ello "awas aja kalau kamu tidur sama wanita lain selain aku,aku bakar ini mansion beserta kamu didalam" Ello bergidik ngeri,apalagi melihat tatapan mematikan vio "enggak lah sayang..cuma kamu wanita satu satunya yang aku tiduri" memeluk erat pinggang vio drtt drtt drtt ponsel vio bergetar "siapa sayang.."tanya Ello sambil memainkan rambut panjang vio "mamih mas" "iya mih..." "astaga vio kamu baik baik aja kan sayang,kamu dimana sekarang,sama siapa,kamu ga kabur lagi kan sayang, dari tadi mamih papih sama temen temen kamu hubungin susah banget" "vio baik mih, vio ga kabur tapi vio diculik" menggerling nakal ke arah Ello,Ello membelalakkan matanya ia takut dicap jelek oleh calon mertua nya "apa..!!,kamu dimana sekarang,siapa yang nyulik kamu sayang...,,papih..papih.." Veronica berteriak disebrang telepon vio menjauhkan ponsel dari telinga nya "kamu nakal sayang" bisik Ello, vio terkekeh "hallo sayang vio ini papih, Sekarang bilang sama papih kamu dimana,siapa yang berani nyulik kamu" "rekan bisnis papih" Ello menatap vio penuh tanya "rekan bisnis papih?siapa dia berani beraninya menculik kamu,papih akan buat perusahaan nya gulung tikar,bilang sama papih posisi kamu dimana,dan siapa nama orang yang menculik kamu" "tuan muda Grafiello Abraham pih" "berengsek Grafiello...,,appaaa!!!" Ello menggelengkan kepalanya mendengar vio menjaili Andrew,vio hanya terkekeh seperti nya sang papih terkena shock Terapy darinya. Ello merebut ponsel vio "hallo om ini Ello,maaf sebelumnya om, Ello mengajak vio pergi tanpa ijin dulu karena ada sesuatu yang urgent om" "......." Ello berbicara dengan Andrew ditelepon. vio yang masih duduk dipangkuan Ello, memeluk leher sambil mengecupi rahang tegas Ello. sesekali ia menjilati leher dan melumat cuping Ello.belum lagi badan ello yang toples kena sasaran kejahilan tangannya.mengusap lembut perut kotak kotak itu membuat Ello menggeram tertahan,vio hanya terkekeh "jangan nakal sayang.."berbisik di telinga vio agar Andrew tidak mendengar nya. sambil berbicara dengan Andrew ditelepon tangan Ello juga tidak bisa diam, tangannya mengusap lembut paha dalam vio "kamu juga jangan nakal mas,jangan sampai papih denger kamu mendesah ditelepon,,fuhhh" ucap vio sambil meniup telinga ello,Ello memejamkan matanya. Ello dengan sigap menarik tengkuk vio dan melumat dalam bibir yang masih membengkak itu. sambil mendengarkan ucapan Andrew ditelepon, karena ponsel vio masih bertengger di telinga kanan nya. Ello melepas pangutan bibirnya, menatap vio dengan mata penuh gairah. membersihkan Saliva dibibir vio dengan ibu jarinya. "iya om nanti malam Ello dan keluarga akan ketempat om untuk melamar vio" vio yang mendengarnya menatap intens Ello sambil terengah-engah "......" "baik om, terimakasih" "mass" "heummmhh" menyelipkan rambut kebelakang telinga vio "tadi...,, apa yang kamu bilang ke papih,kamu serius??" Ello menggenggam tangan vio, mengecup punggung tangan nya. "sayang..aku ga pernah main main sama perasaan" "so..." "sesuai apa yang aku bilang tadi,malam ini REKAN BISNIS Mr. Andrew akan melamar putri tunggal nya" menekankan kalimat nya "iihh mas.." "aku cuma rekan bisnis loh,tapi bisa melamar anaknya" menyindir vio "ish kan tadi cuma iseng mas" "seperti nya aku emang kekasih yang tak dianggap" "lah emang nya kita sepasang kekasih? bukan kan cuma pacar pura-pura aja" Ello menghembuskan nafas kesal "kamu bukan pacar pura-pura aku,kamu calon istri aku" menatap tajam vio "kan baru calon, lagian belum tentu aku mau jadi istri kamu" "sayang jangan mulai...,tadi dikamar kamu udah setuju loh" "kapan,aku ga inget tuh,kamu halu mas.." "jadi kamu ga inget?" vio menggelengkan kepalanya. "seperti nya kita memang harus flashback ke kegiatan yang tadi" "kyaaaa...mass" pekik vio saat Ello sudah menggendong nya dan merebahkan badannya di atas meja makan "kamu sangat sexy honey.." membelai kaki vio,dari ujung kaki,betis dan paha, mengecup ngecup kaki jenjang itu.vio sudah menggeliat geli "aku dari tadi menahan hasrat untuk tidak menerkam kamu didepan mamah,kamu benar-benar menggoda ku dengan berpakaian seperti ini" menggigit p****g vio yang masih tertutup kemeja "ahh mas.." "aku tidak bisa menahan ini lebih lama sayang,kamu akan tetap jadi istri ku. mau atau tidak mau.." vio membelalakkan matanya "itu pemaksaan mas" "aku ga peduli,yang aku mau cuma kamu,yang dia mau juga hanya kamu, karena hanya kamu yang bisa membangun kan nya" vio mengernyit "dia..??" Ello mengangguk "kamu ga tau" vio menggelengkan kepala "akan aku kasih tau,sini tangan kamu.." vio memberikan tangannya dengan polos Seketika mata vio membelalak,Ello menuntun tangan nya kejunior Ello yang sudah mengeras dan membesar dibalik boxer "kyaaaa....dasar mesum..!!" bugh bugh bugh vio memukul d**a bidang Ello bertubi-tubi,Ello hanya terbahak bahak lalu memeluk erat vio "i love you Violetta Jill guige" "i love you to Grafiello Abraham" mereka saling menatap dan langsung memangut bibir satu sama lain dengan dalam penuh cinta dan hasrat memiliki
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN