Perlahan.

1864 Kata

"Kok sepi?" Nathan yang melihat adik cantiknya hanya diam mematung di ambang pintu menatap Renata bingung. "Kau maunya bagaimana? Ada konser di kamar Ayah?" Ucap Nathan asal. "Bukan begitu tapi tadi aku dapat chat kalau teman ku mau berkunjung." Ucap Renata menjelaskan. Berjalan memasuki ruangan serba putih, Renata lalu berjalan mendekat ke arah Hermawan lalu menyalami tangan kekar milik sang Ayah. "Sudah pulang." Ucap Hermawan yang langsung mendapatkan raut wajah sedih dari Renata. "Kok?" Tanya Renata. "Om." Sapa Keynaru lalu berjalan perlahan mendekat ke arah Hermawan lalu dirinya menyalami pria paruh baya yang masih terbaring di ranjangnya. "Baru pulang kerja?" Tanya Hermawan yang langsung mendapatkan anggukan dari Keynaru. "Nata minta mampir dulu." Ucap Keynaru. "Kenapa nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN